Kado Tahun Baru Buat Warga Dusun Nagrak dari HKTI


Penulis: micom - 02 January 2018, 20:12 WIB
Ist
Ist

MATA Asep terlihat merah. Air matanya akhirnya menetes. Warga Dusun Nagrak, Desa Wangunsari, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, itu tak bisa menyembunyikan perasaan harunya.

Setelah menanti sekian lama, sehari sebelum awal 2018, ia bersama 300-an warga akhirnya bisa menikmati listrik. Asep pun langsung mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko yang mengupayakan penyaluran listrik itu melalui program Indonesia Terang.

“Saya tidak bisa menutup haru dan bangga. Selama kami hidup tidak pernah merasakan penerangan. Hari ini, kami merasakan itu. Kami bisa melakukan aktivitas pada malam hari. Kami sangat bersyukur,” tutur Asep seperti dilansir dalam siaran pers HKTI di Jakarta, Selasa (2/1).

Program yang digagas Moeldoko membuat warga Dusun Nagrak yang mayoritas merupakan petani tidak akan terkendala saat beraktivitas pada malam hari. Anak-anak juga bisa belajar dengan maksimal.

Secara tidak langsung, program Listrik Mandiri itu juga bisa membantu anak-anak belajar dengan tekun untuk menggapai cita-cita.

Kepala Dusun Nagrak Rita Mulyati juga sangat berterima kasih terhadap kepedulian mantan Panglima TNI tersebut. Rita seolah kehilangan kata-kata untuk menggambarkan bentuk terima kasih dan atensi tersebut.

“Saya mengucapkan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kami tidak menyangka masih ada orang yang peduli terhadap kondisi kami, yang belum merasakan nikmatnya penerangan,” tutur Rita dengan nada perlahan.

Menurut Rita, listrik merupakan hal yang sangat diidam-idamkan warganya sejak lama. “Ini benar-benar kado tahun baru terbesar yang pernah kami terima.”

Sementara itu, mahasiswi bernama Endang yang ikut dalam aksi itu juga memiliki kesan mendalam. Endan dan rekan-rekannya harus melewati medan yang sulit untuk bisa membahagiakan warga Dusun Nagrak.

Dia mengaku mendapat pengalaman berharga mulai perjalanan dari Bandung. Meski begitu, semua kesulitan dan rasa lelah itu sirna setelah mereka melihat senyum warga Dusun Nagrak yang bahagia karena bisa menikmati listrik.

“Dengan medan yang tidak mudah, kami harus berjalan sampai mendorong mobil. Namun, dengan semangat dan tekad yang kuat untuk menolong sesama, momen tahun baru yang biasanya dipakai untuk jalan-jalan rupanya tergantikan dengan hal yang sangat luar biasa,” papar Endang.

Endang merupakan anggota Ujar Run Kebaikan yang digagas komunitas Moeldoko Kita. Ujar Run Kebaikan merupakan bentuk perlawanan terhadap ujaran kebencian atau hate speech yang selama ini sangat marak di tengah masyarakat.

“Kami bangga menjadi bagian dari gerakan Ujar Run Kebaikan dan mendukung program Indonesia Terang,” terang Endang.

Sementara itu, dalam pandangan Moeldoko listrik merupakan hak semua warga negara Indonesia. Karena itu, ia rela memilih merayakan tahun baru di desa terpencil hanya untuk melihat warga tersenyum bahagia karena menikmati listrik.

Peraih bintang Adhi Makayasa 1981 itu harus menggunakan ojek dan menembus pegunungan selama 1,5 jam untuk sampai ke lokasi. “Tahun baru tidak harus dengan hura-hura. Melihat warga Dusun Nagrak bahagia karena bisa menikmati listrik juga sangat membahagiakan. Rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” ujar Moeldoko.

Dia juga berterima kasih kepada semua pihak yang sama-sama bekerja keras mewujudkan misi mulia itu. “Terima kasih kepada komunitas Moeldoko Kita, aktivis Ujar Run Kebaikan, warga, pemerintah desa setempat, dan semua pihak sehingga misi mulia ini terwujud. Kita harus bergerak bersama-sama demi Indonesia yang lebih baik,” ungkap Moeldoko. (OL-4)

BERITA TERKAIT