Bencana Longsor dan Tanah Bergerak Terus Terjadi


Penulis: Liliek Dharmawan - 19 December 2017, 15:02 WIB
img
ANTARA

BENCANA longsor terus terjadi di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) yang dipicu oleh hujan deras. Hingga Selasa (19/12), setidaknya puluhan rumah di dua kecamatan yakni Gumelar dan Pekuncen mengalami kerusakan akibat longsor dan tanah bergerak.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Kusworo mengungkapkan dalam tiga hari terakhir, bencana longsor dan tanah bergerak terjadi di dua kecamatan yakni Gumelar dan Pekuncen.

"Di Gumelar, ada tiga desa yang dilanda longsor dan tanah bergerak. Di Desa Cihonje, ada 15 rumah yang mengalami kerusakan, kemudian di Desa Cilangkap satu rumah dan satu musala mengalami roboh. Kemudian di Desa Gumelar ada 28 desa serta di Desa Tlaga setidaknya ada enam rumah yang rusak, sedangkan di Kecamatan Pekuncen, empat rumah rusak di Desa Cibangkong," ujar Kusworo, Selasa (19/12).

Untuk itu, pihaknya meminta kepada warga di daerah-daerah yang rawan bencana baik banjir maupun longsor untuk waspada.

"Sebab, berdasarkan prakiraan dari BMKG, curah hujan masih tinggi. Bahkan, ada potensi cuaca ekstrem," katanya.

Sebelumnya, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan berdasarkan prakiraan yang dikeluarkan BMKG, siklon tropis di perairan Timur Filipina dan sirkulasi siklonik di perairan selatan Jawa Timut, berdampak pada potensi hujan lebat yang terjadi.

"Ada potensi hujan lebat di Banjarnegara, Cilacap, Banyumas, Purbalingga dan wilayah lainnya di Jateng. Oleh karena itu, warga harus meningkatkan kewaspadaan terutama mereka yang bermukim di wilayah-wilayah rawan bencana baik banjir, longsor maupun tanah bergerak," jelasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT