Delapan Orang Tewas Tertimbun Pasir


Penulis: TS/N-3 - 19 December 2017, 03:15 WIB
img
ANTARA FOTO/Anis Efizudin

SEKITAR 20 orang diperkirakan tertimbun longsor di lokasi penambangan pasir Kali Bebeng, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, kemarin.

Delapan orang di antaranya ditemukan tewas dan delapan orang lainnya mengalami luka berat.

Delapan korban meninggal di antaranya Zaenuddin, 32, dan Iwan Dwi, 34. Keduanya warga Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, serta Suparno dan Heri Setiawan, warga Desa Bringin, Kecamatan Srumbung. Sementara itu, empat korban lainnya masih diidentifikasi.

Delapan korban luka terdiri dari lima warga Kecamatan Grabag, yakni Herman, 27, Sukaedi, 35, Nur Kholik, 20, Harsoyo, 30, dan Asnawi.

Dua warga lainnya dari Kecamatan Srumbung, yakni Samsuri, 30, dan Royani, 30, serta Suyatno, warga Godean, Sleman, DIY.

Mereka kini dirawat di RSUD Muntilan, Kabupaten Magelang.

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Didik Wahyu Nugroho, mengatakan musibah tersebut terjadi di lokasi penambangan manual, kemarin sekitar pukul 10.00 WIB.

"Diperkirakan ada 20 orang tertimbun material longsor. Setelah dilakukan pencarian, ada 16 orang yang sudah ditemukan dan dievakuasi, 8 luka berat, dan 8 meninggal. Pencarian masih terus dilakukan," kata Didik, kemarin.

Pencarian korban longsor dilakukan tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, damkar, dan relawan.

Alat berat pun telah diturunkan untuk mengeruk timbunan longsor yang mengubur para penambang pasir.

"Setelah kejadian itu, aktivitas penambangan ditutup," tegas Didik.

Pada kesempatan sama, Haryono, pengemudi truk pasir yang menjadi saksi kejadian mengatakan saat para penambang menambang pasir, kondisi cuaca cukup cerah.

"Tiba-tiba terjadi longsor dari tebing setinggi 30 meter yang sedang digali secara manual," ujarnya.

Mantan Kepala Desa Kaliurang, Suharno, mengatakan lokasi penambangan pasir itu tidak berizin.

Setiap harinya sekitar 400 hingga 500 orang menambang di situ.

BERITA TERKAIT