Bencana masih Ancam Warga


Penulis: JI/BB/AB/RF/WJ/N-3 - 19 December 2017, 02:31 WIB
img
ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

ENAM rumah warga di Dukuh Tegalgede, Desa Tembongraja, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terancam longsor.

Hujan yang terus mengguyur wilayah itu dalam beberapa hari ini menyebabkan tanah labil dan menimbulkan longsor.

Para penghuni rumah tersebut telah dievakuasi sebab longsorantanah hanya berjarak beberapa meter dari rumah warga.

"Tembok pengaman rumah sudah longsor akibat tergerus air hujan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes, Eko Andalas, kemarin.

Longsor juga terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Ruas jalan provinsi menuju kawasan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi, tertimbun material tanah longsor di Kampung Cisarakan, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, kemarin.

Akibatnya, akses arus kendaraan dari dua arah sempat lumpuh hingga beberapa jam.

Kapolres Sukabumi AKB Nasriadi menyebutkan tanah longsor di wilayah itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB.

Tebing yang berada di ruas jalan itu longsor.

Pembersihan material longsor berlangsung hampir dua jam dengan menggunakan alat berat milik Dinas Bina Marga.

Selain longsor, bencana banjir juga melanda sejumlah daerah.

Intensitas hujan yang tinggi di hulu hingga hilir di Pasuruan, Jawa Timur, membuat ribuan rumah warga terendam banjir sejak Minggu (17/12) malam hingga kemarin. Banjir merendam enam kecamatan.

Sedikitnya 5.000 rumah di Kabupaten dan Kota Pasuruan terdampak banjir.

Dari Bangka Belitung, hujan deras menyebabkan hampir 1.000 hektare (ha) lahan padi di Bangka Selatan terendam banjir.

"Dari 22 ribu ha luas sawah, setengahnya terancam banjir, tapi yang sudah gagal panen diperkirakan 1.000 ha," ujar Kepala Dinas Pertanian Babel, Toni Batubara.

Masih terkait dengan bencana, BPBD Kabupaten Wonogiri mengingatkan seluruh warga yang bermukim di wilayah rawan bencana longsor dan banjir untuk waspada.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebutkan cuaca ekstrem akan terjadi sepanjang 18-20 Desember.

"Warga harus siap mengantisipasi segala kemungkinan," kata Kepala BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto.

BERITA TERKAIT