Megapolitan

Rawa Buaya Menuju Terminal Terintegrasi

Jum'at, 17 February 2017 01:45 WIB Penulis: Mal

DOK MI/ ANGGA YUNIAR

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta merencanakan pembangunan terminal berkonsep transit oriented development (TOD) di kawasan Terminal Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Bukan hanya sebagai tempat aktivitas angkut penumpang, terminal tersebut juga akan ditunjang dengan fasilitas lengkap.

Terminal itu akan menggantikan Terminal Kalideres yang dinilai tak laik lagi untuk difungsikan sebagai terminal di kawasan Jakarta Barat.

Sejumlah fasilitas akan dilengkapi, antara lain rumah susun, mal, dan pertokoan, yang terintegrasi dengan Stasiun Kereta Rel Listrik Rawa Buaya.

Kepala Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Barat Anggiat Banjanahor memaparkan pembahasan rencana tesebut.

Namun, ia belum memastikan kapan Pemprov DKI akan memulai pembangunan.

Selain area Terminal Rawa Buaya cukup luas, tak jauh dari terminal itu sudah terdapat stasiun commuter line.

"Artinya, integrasi antarmoda transportasi dengan sendirinya akan terbentuk," kata Anggiat

Terminal Rawa Buaya memiliki luas 9,8 hektare, atau tiga kali lipat Terminal Kalideres yang hanya 3,2 hektare.

Anggiat mengklaim Terminal Rawa Buaya nantinya mampu menampung 1.000 bus besar. Saat ini kawasan itu hanya menjadi lokasi kendaraan sitaan.

Pemantauan di lokasi Terminal Rawa Buaya, di sisi tengah terdapat kantor Sudinhubtrans Jakarta Barat yang gedungnya tak terawat, beberapa tembok juga mulai bolong.

Di bagian barat depo untuk bus Trans-Jakarta yang terbakar pada September 2015.

Di sekitaran Terminal Rawa Buaya terdapat beberapa mobil mulai jenis sedan, minibus, dan bus yang tak lagi terawat.

Kendaraan tersebut merupakan hasil sitaan operasi pengandangan.

Di sisi selatan berjarak sekitar 50 meter terdapat Stasiun Rawa Buaya buat commuter line Jabodetabek.

Stasiun ini melayani transportasi dari Stasiun Tangerang hingga Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat.

Pintu masuk stasiun memiliki akses cukup dekat dengan pintu tol JOR Wilayah Barat II yang menuju Bandara Soekarno-Hatta, Merak, dan tol dalam kota.

"Akses-akses inilah yang menjadi pertimbangan mengapa Rawa Buaya dijadikan terminal tipe A," ujar Anggiat.

Raismah, 42, salah satu penumpang bus di Terminal Kalideres, menyambut baik rencana pembangunan Terminal Rawa Buaya.

Selama ini, kata Raismah, masalah integrasi antarangkutan jadi kendala untuk bisa beraktivitas menggunakan moda transportasi umum.

"Kalau semua moda transportasi berdekat-an kan memudahkan penumpang. Enggak perlu repot cari angkutan. Tentu ini sangat membantu untuk pekerja seperti saya," kata warga Duri Kosambi, Jakarta Barat, itu. (Mal/J-2)

Komentar