| Home | 20-05-2012 |
WASHINGTON--MICOM: Presiden Amerika Serikat Barack Obama mendukung langkah-langkah komandan NATO di Afghanistan untuk melindungi para petugas AS di sana setelah pembunuhan dua petugas AS di Kementerian Dalam Negeri.
Presiden AS berbicara dengan Jenderal AS John Allen setelah NATO menarik semua staf yang bekerja di kementerian-kementerian Afghanistan menyusul serangan itu, yang terjadi di tengah protes kekerasan terhadap pembakaran lembar-lembar Kitab Suci Al-Quran di satu pangkalan militer NATO di dekat Kabul.
"Kami menyambut pernyataan mendorong pernyataan damai Presiden Karzai pagi ini, dan seruannya untuk dialog dan tenang," kata Gedung Putih dalam satu pernyataan, Minggu (26/2).
"Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk kemitraan dengan pemerintah dan rakyat Afghanistan," kata Obama.
Sehari sebelumnya, (Sabtu 25/2), ratusan warga Afghanistan ikut mengambil bagian dalam aksi-aksi protes anti-AS di empat provinsi yang berbeda, kata pihak berwenang.
Itu adalah hari kelima demonstrasi marah karena pembakaran Kitab Suci Al Quran yang menewaskan 24 orang.
Unjuk rasa ditahan di timur Provinsi Logar dan Nangarhar, serta provinsi tengah Sari Pul, kata sumber-sumber pemerintah dan polisi setempat.
Mereka menambahkan bahwa pertemuan-pertemuan itu sejauh ini sebagian besar berlangsung damai.
Tetapi seorang demonstran di Mihtarlam, di Provinsi Laghman timurlaut, bernama Abdullah, yang ada di kerumunan massa "sekitar 2.000 orang " mengatakan: "unjuk rasa berubah menjadi kerusuhan dan mereka melemparkan batu ke istana gubernur.
"Senjata-senjata ditembakkan oleh pasukan keamanan." Tidak ada pejabat setempat yang segera bisa dihubungi untuk mengkonfirmasi kejadian itu.
Di Sari Pul, demonstran Mohammad Sadiq mengatakan "sekitar 5.000" orang berkumpul di masjid Pul-e-Khishti. "Mereka mengutuk pembakaran Kitan Suci Al Quran," katanya, "Tapi ini bukan kekerasan, belum." katanya.
Di Logar, sumber polisi mengatakan: "Sekitar 200 orang, sebagian besar mahasiswa universitas telah turun ke jalan di Kabupaten Muhammad Agha.
"Mereka telah menutup jalan raya Kabul-Logar, dan meneriakkan "Mati Amerika" dan "Mati Karzai." Hari itu adalah hari kelima protes anti-AS di Afghanistan selama pembakaran Kitab Suci Al Quran di pangkalan udara AS di Bagram, dekat Kabul, menyebabkan 24 orang tewas pada Jumat, kata hitungan AFP.
Pembakaran Al Quran telah menggelorakan sentimen anti-Barat yang sudah membara atas pelanggaran oleh pasukan asing pimpinan Amerika, seperti penayangan video terakhir yang menunjukkan Marinir AS mengencingi mayat beberapa warga Afghanistan yang tewas.
Pemerintah Presiden Hamid Karzai dan pimpinan misi NATO di Afghanistan telah meminta semua pihak tenang dan menahan diri, takut bahwa gerilyawan Taliban berusaha untuk mengeksploitasi reaksi gelombang anti-Amerika itu.
Situasi sekitar kejadian pembakaran Al Quran hingga kini masih diselidiki. Namun para pejabat AS mengatakan pihak militer melenyapkan kitab suci itu dari penjara Bagram karena para narapidana diduga menggunakan kitab itu untuk menyampaikan pesan.(Ant/X-12)
+ Back to Top