| Home | 20-05-2012 |
YOGYAKARTA--MICOM: Peran pers dalam penegakan hukum cukup besar, terutama dalam setiap transisi politik. Hal itu dikatakan Komisioner Komisi Yudisial Suparman Marzuki.
"Pengaruh media massa sangat luar biasa, jadi pers memiliki kekuatan besar, tetapi dalam memberitakan kasus hukum tetap harus objektif," kata Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY itu di Yogyakarta, Sabtu (25/2).
Dalam diskusi pada 'Malam Refleksi Hari Pers Nasional (HPN) 2012' yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Yogyakarta, ia mengatakan yang masih memprihatinkan saat ini dalam pemberitaan putusan pengadilan adalah banyak wartawan yang belum mengetahui istilah hukum, sehingga banyak yang salah dan merugikan yang bersangkutan.
"Karena itu, diharapkan kejadian yang sesungguhnya diberitakan pula dengan sesungguhnya. Itulah bantuan sesungguhnya dari pers untuk menuju negara hukum yang adil," katanya.
Mengenai tugas KY, menurut dia, tugas KY tidak semata-mata seperti yang diberitakan media massa, yaitu hanya memanggil hakim bermasalah dan memberikan sanksi kalau masalahnya terbukti.
"Sebenarnya tugas besar KY adalah bagaimana mendorong pemerintah, dan DPR untuk mengambil kebijakan strategis dalam pembenahan dunia peradilan Indonesia," katanya. (Ant/OL-04)
+ Back to Top