| Home | 20-05-2012 |
JAKARTA--MICOM: Konsentrasi para menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II terbelah antara harus mengurusi tugas sebagai menteri dan tugas lain di partai politik. Akibatnya para menteri tidak serius mempelajari tugas mereka di kementerian.
"Bagaimana mereka (para menteri) bisa memeroleh jabatan tersebut harus dipertanyakan. Mereka lupa harus bertanggung jawab dan diawasi oleh publik. Kalau proyek-proyek berduit saja mereka ingat, tapi program-program dan hal-hal yang harusnya mereka paham, lupa," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia Iberamsjah, Sabtu (25/2) .
Kondisi semacam ini, kata Iberamsjah, juga disebabkan karena teladan negatif yang diberikan oleh Presiden sebagai pemimpin Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II.
"SBY juga memberi contoh politik yang jelek. Sebagai Presiden, SBY seharusnya melepaskan jabatannya di partai politik supaya bisa fokus mengurusi permasalahan bangsa. Bukannya sibuk mengurusi partai," katanya lagi.
Seperti diketahui, selain sebagai Presiden, SBY juga menyandang tiga jabatan penting dan strategis lainnya di Partai Demokrat. Selain sebagai Ketua Dewan Pembina Periode 2010-2015, SBY juga menjabat sebagai ex-officio Ketua Dewan Kehormatan dan juga sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.
+ Back to Top