| Home | 20-05-2012 |
YOGYAKARTA--MICOM: Sabrang Mowo Damar Panuluh atau akrab disapa Noe Letto membandingkan keadaan di Indonesia dengan lirik lagu dolanan anak Gundul-Gundul Pacul.
"Lagu Gundul-Gundul Pacul seperti keadaan Indonesia sekarang," papar vokalis grup band Letto, Jumat Malam (24/2), di Kedai Nusantara, Yogyakarta.
Letto pun sempat menyanyikan lagu tersebut dalam diskusi buku Membunuh Indonesia, Konspirasi Global Penghancur Kretek. Lagu Gundul-Gundul Pacul tersebut menceritakan seseorang yang sedang diberi amanah untuk membawa bakul nasi di atas kepalanya malah sombong dan seenaknya sendiri.
Akibatnya, bakul nasi yang dibawa di atas kepala pun jatuh sehingga nasi yang ada di dalamnya tumpah berceceran di jalanan. Orang yang membawa bakul dalam lagu itu mirip dengan perilaku para pemimpin negeri ini.
"Yang bertanggung jawab malah dolanan (bermain-main)," ucapnya putra budayawan Emha Ainun Nadjib tersebut.
Bukannya mencukupi kebutuhan sendiri hingga mencapai swasembada, mereka malah bermain-main dengan impor. Dari kopra, garam, tembakau, beras, hingga gula, semua diimpor sehingga nasib para petani dan industri dalam negeri pun terpuruk.
"Saya tidak percaya Indonesia punya pemimpin, tetapi punya penguasa," ungkapnya.
Kalau melihat kondisi Indonesia sekarang belum putus asa, katanya, "Kita belum menjadi Indonesia. Namun, keputusasaan tersebut harus direspons dengan kerja keras untuk memperbaiki keadaan yang ada sekarang." (AT/OL-10)
+ Back to Top