| Home | 20-05-2012 |
BANYUWANGI--MICOM: Sebanyak 27 narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan, Denpasar, Bali, tiba di LP KabupatenBanyuwangi, Jawa Timur, Jumat (24/2) malam.
Iring-iringan rombongan napi tersebut tiba di LP Banyuwangi mengunakan dua bus dengan pengawalan yang cukup ketat dari Brimob Polda Bali dan anggota Polres Banyuwangi bersenjata lengkap.
Kepala LP Banyuwangi Krismono mengatakan sebanyak 27 narapidana tersebut akan ditempatkan di tiga LP, yakni LP Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember, namun seluruh napi akan bermalam di LP Banyuwangi.
"Sebanyak 18 napi akan ditampung di LP Banyuwangi, sedangkan empat napi akan dipindahkan ke LP Bondowoso dan lima napi akan ditampung di LP Jember," tuturnya.
Menurut dia, sembilan napi yang akan dipindahkan ke LP Jember dan Bondowoso akan diberangkatkan pada hari Sabtu (25/2) pagi dengan pengawalan yang cukup ketat. "Napi yang dipindahkan ke LP Banyuwangi adalah warga yang berdomisili di Banyuwangi dan sekitarnya sehingga mereka akan menghabiskan masa tahanan mereka di LP Banyuwangi," paparnya.
Dijelaskan Krismono, seluruh napi yang dipindahkan ke LP Banyuwangi akan diperlakukan seperti napi lainnya dan langsung ditempatkan di ruangan masa pengenalan lingkungan (mapeling) selama beberapa hari, kemudian ditempatkan di ruangan napi seperti napi lainnya.
Kepala LP Kelas II-A Jember, Harun Sulianto, mengatakan bahwa pihaknya siap menerima napi dari LP Kerobokan meski jumlah ruangan di sejumlah blok LP Jember sangat terbatas. "Napi LP Kerobokan yang akan menghuni LP Jember adalah napi berasal dari Jember dan daerah sekitarnya karena pemindahan napi itu berdasarkan daerah asal masing-masing napi yang bersangkutan," paparnya.
Pemindahan tersebut dilakukan untuk mencegah berlanjutnya kerusuhan di dalam penjara dengan memisahkan beberapa napi ke LP di masing-masing kabupaten domisili napi yang bersangkutan, yakni LP di sejumlah kabupaten di Jatim dan sebagian dipindahkan ke LP di Bali.
Sebelumnya, napi di LP Kerobokan, Denpasar, mengamuk dan membakar ruang kantor administrasi LP setempat pada Selasa (21/2) malam. Hal itu merupakan bentuk akumulasi kekecewaan para penghuni terhadap penanggung jawab LP Kerobokan yang mereka nilai diskriminatif. (Ant/OL-2)
+ Back to Top