Ukuran Font : Perkecil | Perbesar
Home 20-05-2012

Megawati Ingatkan Kader Jangan Cari Hidup di Partai

Jumat, 24 Februari 2012 23:00 WIB

DENPASAR--MICOM: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan tidak akan menolerir perilaku korup yang dilakukan para kader partai Banteng Gemuk itu.

Rekrutmen kader diperketat. Kader yang mencari penghidupan di partai dipersilahkan hengkang dari partai.

"Kalau di PDIP masih ada orang perorang yang punya pikiran masing-masing, maaf deh, silahkan keluar dari partai. Jangan mencari hidup, cari makan di partai. Jangan pernah menggunakan partai sebagai tunggangan, sebagai sapi perah," tegasnya saat memberikan pengarahan tunggal dalam Konsolidasi Tiga Pilar di DPD provinsi Bali, di Denpasar, Jumat (24/2).

Dalam kegiatan tersebut hadir sejumlah petinggi partai. Diantaranya Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo, Wasekjen Ahmad Basarah, dan Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey.

Mega tidak menutup mata, bahwa ada kader-kadernya juga yang tidak tahan godaan korupsi. Namun ia menyayangkan jika ulah segelintir orang itu membuat kepercayaan masyarakat kepada partai yang dipimpinnya terkikis.

"Kita didegradasi akibat ulah beberapa gelintir orang, saya sakit hati. Partai tidak dipercaya rakyat, tidak malu kalian? Kalau itu yang dilakukan, keluar dari partai. Tempat ini untuk pengabdian, jadi jangan sombong," tegas Mega.

Putri proklamator Bung Karno ini juga mengeluhkan perilaku anggota legislatif yang tidak bisa hidup sederhana, dan begitu sulit ketika diminta untuk turun ke konstituen. Padahal, gaji yang diterima anggota DPR saat ini jauh berlipat-lipat lebih tinggi daripada ketika dirinya masih menjadi anggota DPR.

"Ini legislatif bobrok juga, disuruh turun ke konstituen masih minta duit lagi. Pakai mobil mau yang mahal, padahal saya saja ndak tahu mobil saya merknya apa, saya tidak ngurus yang begitu. Mbok ya sederhana saja."

Ia menekankan, aturan ini akan diberlakukan untuk semua kader tanpa terkecuali. Meskipun seorang kader berada pada level kader utama, namun jika perilakunya tidak pantas, ia tidak segan mendepaknya dari posisi penting di partai.

"Saya ngomong blak-blakan, tidak ada anak emas. Saya ikut aturan partai. Saya butuh partai, bukan orangnya. Lebih baik punya anak buah sedikit tapi militan dan punya dedikasi, dekat dengan rakyat. Jadi mulut saya tidak ngomel saja tiap hari," tegasnya. (Wta/OL/OL-2)

Powered by: + Back to Top

FEATURES:

Profil Perusahaan

Sejarah Singkat

© 2012 MediaIndonesia.com