| Home | 20-05-2012 |
JAKARTA--MICOM: Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kapolda Bali mesuk dalam jajaran Pati Polri yang dimutasi, sesuai dengan keputusan Kapolri nomor KEP/96/II/2012 TGL23-02-2012.
Namun, pergantian itu sudah sesuai rencana dan bukan karena gejolak yang terjadi di kedua daerah itu. Di Kalteng terkait keributan warga setempat yang menolak kehadiran ormas Front Pembela Islam. Sedangkan di Bali akibat kerusuhan yang merebak di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan.
Pada mutasi Polri itu, Brigjen (Pol) Damianus Jackie dari Kapolda Kalimantan Tengah menjadi Yanma Polri. Posisi Kapolda Kalteng kemudian diisi Brigjen (Pol) Bachtiar Hasanuddin Tambunan yang sebelumnya menjadi Karodalops Sops Kapolri.
Sedangkan Irjen (Pol) Totoy Herawan Indra dari Kapolda Bali menjadi Sahlijemen Kapolri, dan Irjen (Pol) Budi Gunawan dari Kadivpropam menjadi Kapolda Bali.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Saud Usman Nasution menyatakan pergantian itu sesuai dengan rencana di jajaran kepolisian. "Bukan menjelang pensiun itu, mutasi Polri kan sudah ada perencanaan, sudah matang, ada lanskapnya," ujarnya kepada Media Indonesia saat berkunjung ke Kantor Media Grup, Kedoya, Jakarta Barat, Jumat (24/2).
Sebelumnya terkait dengan kasus penghadangan delegasi FPI di bandara Tjilik Riwut, Kalimantan Tengah oleh sekelompok orang, FPI meminta Kapolda Kalteng dicopot dari jabatannya. FPI juga melaporkan Gubernur Kalteng Teras Narang ke Mabes Polri.
Sedangkan Kapolri Jenderal Timur Pradopo ditemui di Mabes Polri juga membantah digantinya Kapolda Bali terkait dengan kerusuhan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan beberapa hari lalu. "Oh, tidak ada ya, semua itu kaitan masalah tour of duty, tour of area, biasa itu," pungkasnya. (OL-2)
+ Back to Top