| Home | 20-05-2012 |
JAKARTA--MICOM: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kini harus memiliki daya tawar politik yang tinggi agar bisa menegakkan HAM di Indonesia. Selain itu, Komisioner Komnas HAM mendatang harus berani dan memegang prinsip keadilan sosial.
Hal itu yang menjadi masukan bagi panitia seleksi bakal calon anggota komisioner Komnas HAM dalam diskusi publik bertajuk Tantangan Komnas HAM 2012-2017 di Jakarta, Jumat (24/2).
Dalam diskusi yang berlangsung selama tiga jam tersebut, pansel menerima sekitar 150 masukan untuk Komnas HAM. "Ada landasan yang sama yang diinginkan masyarakat saat ini, yaitu, Komnas HAM berfungsi dan bekerja untuk masyarakat," kata anggota pansel calon Anggota Komnas HAM Makarim Wibisono.
Menurut Makarim, Komnas HAM baru bisa dianggap baik oleh masyarakat, jika bisa bekerja untuk masyarakat dan memiliki kredibilitas yang baik. "Ini yang membuat Komnas HAM bisa disegani oleh aparat penegak hukum lainnya," katanya.
Komisioner Komnas HAM mendatang akan menghadapi tantangan lebih besar. Pasalnya, RUU Komnas HAM masuk dalam prolegnas 2014 mendatang. Salah satu yang tertuang dalam RUU tersebut adalah penguatan kewenangan Komnas HAM.
Sedangkan Ketua Pansel calon Anggota Komnas HAM Jimly Asshiddiqie mengatakan parameter negara demokrasi dapat terlihat dari penegakan HAM. "Iklim (kehidupan berbangsa) harus memihak pada HAM. Tolak ukur demokrasi bagi negara maju menempatkan HAM sebagai roh. Kalau perspektif negara adalah HAM, kondisinya akan lebih baik," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.
Masukan yang paling banyak disuaraan masyarakat adalam masalah yang terkait dengan konflik agraria, pluralisme, buruh migran, kesetaraan transseksual, dan hak-hak perempuan.
Pengamat politik dari LIPI yang juga anggota Pansel calon Anggota Komnas HAM Ikrar Nusa Bhakti mengatakan banyaknya masukan dapat berdampak positif sekaligus negatif bagi pansel dan calon anggota KomnasHam berikutnya.
"Positifnya Komnas HAM masih dianggap relevan oleh masyarakat. Tapi negatifnya kalau aspirasi tidak tertampung akan menjadi bahaya," kata Ikrar.
Pansel masih akan menerima masukan dari masyarakat mengenai 276 calon anggota Komnas HAM yang sudah lolos dari seleksi administratif sampai dengan 14 Maret mendatang. Dari jumlah tersebut, pansel akan mengerucutkan menjadi 120 peserta untuk kemudian menjalani tes psikologi. (OX/OL-2)
+ Back to Top