| Home | 20-05-2012 |
JAKARTA--MICOM: Delegasi Moro Islamic Liberation Front (MILF) bersama Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta Ketua MPR Taufiq Kiemas membantu menyelesaikan konflik Moro, Filipina. Din bersama beberapa anggota Muhammadiyah dan tujuh delegasi MILF datang pada pukul Kamis (23/2) 10.10 WIB.
Tujuh orang tersebut adalah Abdullah M. Hassan (Ketua), Atty Datu Michael Mastura (Law Adviser), Prof. Abhoud Syed Lingga, Abdullah Camlian, Bato Mohamd Zainodin, Ali Buisan, dan Sukrey Ali Saaber. Hadir juga wakil ketua MPR RI, Melani Leimena Suharli.
Pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam itu diisi oleh diskusi dan makan siang. Mereka terlibat pembicaraan mengenai proses perdamaian atas konflik Moro. Sebelumnya telah terjadi negosiasi antara MILF dan pemerintah Filipina. Namun masih belum mencapai titik temunya.
Taufiq menyatakan, MILF sendiri menginginkan jalan damai untuk mendapatkan hak mereka.
"Pada hakekatnya mereka menginginkan jalan damai," ungkap Taufiq Kiemas.
MILF merupakan wakil dari bangsa Moro. Moro merupakan wilayah sumber mineral terbesar di Filipina. Hal tersebut akan saling menguntungkan jika ada proses damai antara pemerintah dan MILF. Jika tetap berperang, MILF sendiri yang paling rugi.
"Ini permasalahan rezeki, diatur sedemikian rupa agar menguntungkan kedua belah pihak,” ucapnya sambil tersenyum.
Ketua MILF Abdullah Hasan menambahkan pihaknya menginginkan haknya dengan jalan damai dan merasa senang atas saran serta dukungan yang diberikan.
Setelah melakukan konferensi pers di depan pintu rumah Taufik Kiemas. Pihak MILF pulang menuju kantor Muhammadiyah. Din kembali menegaskan, MILF bukan merupakan gerakan separatis atau ekstrimis. Wilayah Moro yang merupakan 30% dari penduduk Filipina, beragama islam.
"Pemakaian nama islam disebabkan mereka semua beragama Islam, bukan gerakan ekstrimis,” tegas Din
Kedatangannya di Indonesia sendiri tidak hanya bertemu dengan Taufiq Kiemas. Rencananya MILF juga akan mengunjungi Jusuf Kalla di kediamannya.
"Nanti malam saya juga akan mendampingi MILF untuk bertemu Jusuf Kalla di kediamannya,” lanjut Din.
Bukan hanya Indonesia, pada 6-7 Maret ini Din juga akan mendampingi MILF berkunjung ke Roma.
"Mereka akan bertemu dengan pimpina organisasi katolik terbesar di Roma,”. Ujar Din.
Pertemuan dengan organisasi katolik tersebut juga untuk berdiskusi dan meminta saran untuk mencapai perdamaian. (*/OL-10)
+ Back to Top