| Home | 20-05-2012 |
JAKARTA--MICOM: Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Akbar Tandjung menyatakan citra partai politik yang semakin memburuk berdampak pada sikap masyarakat menjadi semakin apatis.
"Citra partai politik yang semakin memburuk karena perilaku elite politiknya yang tidak menjalankan amanat rakyat dan malah melakukan praktik korupsi," kata Akbar, Kamis (23/3).
Menurut dia, para elite partai politik harus mengubah paradigma bahwa berpartai bukan semata-mata berorientasi pada kekuasaan, melainkan juga mengakomodasi aspirasi rakyat.
Partai politik yang tidak mengakomodasi aspirasi rakyat, tetapi hanya mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompoknya, menurut dia, tidak akan dipilih oleh rakyat. "Hal ini harus menjadi perhatian para elite partai politik karena akan membahayakan masa depan partai," katanya.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini menyatakan keprihatinannya terhadap perkembangan partai politik saat ini yang lebih mengutamakan transaksional dalam berbagai proses politik, terutama proses rekrutmen calon pimpinan di berbagai tingkatan.
Paradigma seperti ini, kata dia, harus diubah agar partai politik sebagai salah satu wahana rukrutmen sumber daya manunia politik benar-benar menjadi pilar yang penting.
Perubahan paradigma yang utama, menurut Akbar, adalah berpolitik itu bukan berorientasi pada kekuasaan, melainkan bagaimana kekuasaan politik digunakan sebesar-besarnya mensejahterakan rakyat.
"Elite politik yang negarawan harus berorientasi kerakyatan, tidak melakukan transaksional, dan bersih dari praktik korupsi," katanya. (Ant/OL-04)
+ Back to Top