Ukuran Font : Perkecil | Perbesar
Home 20-05-2012

Obama Minta Maaf terkait Pembakaran Alquran

Kamis, 23 Februari 2012 23:41 WIB
Foto : AP/Charles Dharapak/vg

WASHINGTON--MICOM: Presiden Barack Obama meminta maaf kepada rakyat Afghanistan sehubungan dengan pembakaran kitab suci Alquran oleh pasukan Amerika Serikat di pangkalan udara militer AS di Bagram.

Dalam surat kepada Presiden Afghanistan Hamid Karzai, Obama mengungkapkan penyesalan dan mengatakan insiden tersebut sebagai kekeliruan semata. "Saya menyampaikan simpati mendalam dan meminta Anda serta rakyat menerima permintaan maaf saya yang dalam," tulis Obama, Kamis (23/2).

Surat permintaan maaf Obama yang disampaikan melalui Duta Besar Amerika Serikat di Afghanistan itu juga memastikan penyelidikan atas aparat yang terlibat dalam pembakaran Alquran.

"Kesalahan itu tidak disengaja. Saya menjamin Anda bahwa kami akan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencegah agar hal itu tidak terulang kembali, termasuk menyelidiki mereka yang bertanggung jawab."

Unjuk rasa untuk mengungkapkan kemarahan atas pembakaran Alquran masih terus berlangsung di beberapa kota di Afghanistan utara dan timur. Dua tentara Amerika Serikat dan dua tentara Afghanistan tewas dalam serangan atas pangkalan udara di Bagram. Di tempat lainnya, tiga orang tewas.

Sehari sebelumnya, Rabu (22/2), sedikitnya tujuh orang tewas dan belasan lainnya terluka dalam aksi unjukrasa yang diwarnai dengan kekerasan.

Di hadapan anggota parlemen, Presiden Karzai mengatakan bahwa seorang pejabat Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas pembakaran Alquran. Namun dia menambahkan hal itu dilakukan karena ketidaktahuan.

Sedangkan Taliban sudah menyerukan pembunuhan dan pemukulan semua pasukan penjajah sebagai balas dendam atas pelecehan Alquran.

Dalam sebuah pernyataan, seorang juru bicara Taliban juga meminta agar warga Afghanistan tidak berhenti melakukan unjuk rasa terhadap pangkalan maupun aparat militer asing untuk memberi pelajaran agar mereka tidak pernah berani lagi menghina kitab suci Alquran.

Dilaporkan, unjuk rasa yang lebih besar mungkin berlangsung pada hari Jumat, tergantung dari nada kotban para ulama saat salat Jumat. (bbc.com/OL-2)

Powered by: + Back to Top

FEATURES:

Profil Perusahaan

Sejarah Singkat

© 2012 MediaIndonesia.com