| Home | 20-05-2012 |
MANILA--MICOM: Mantan Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo mengaku tidak bersalah atas tuduhan kecurangan dalam pemilu di pengadilan perdananya.
Arroyo yang menjabat sebagai Presiden Filipina antara 2001 dan 2010 dituduh mengatur hasil pemilu senat 2007 agar kandidat yang dijagokannya meraih kemenangan. Tuduhan kecurangan dalam pemilu itu adalah yang pertama dari beberapa tuduhan kriminal yang dialamatkan kepadanya.
"Tidak bersalah," ujar dia di pengadilan dengan suara lembut namun dengan ekspresi keras. Jika diputus bersalah maka Arroyo terancam hukuman seumur hidup.
Kasus ini menjadi pertaruhan baik bagi Arroyo maupun Presiden Benigno Aquino III. Aquino terancam kehilangan dukungan seandainya Arroyo diputus tidak bersalah. Slogan 'no corruption, no poverty' yang dicanangkan Aquino terancam menjadi sekedar upaya gagal untuk memerangi korupsi yang menghantui Filipina selama beberapa dekade terakhir. (AP/OL-12)
+ Back to Top