| Home | 20-05-2012 |
SINGAPURA--MICOM<: Penyakit tangan, kaki, dan mulut atau yang dikenal dengan sebutan Flu Singapura semakin mewabah di negeri Singa itu.
Pada pekan lalu dilaporkan sebanyak 825 anak terinfeksi penyakit tersebut. Meningkat dibandingkan sebelumnya yang hanya 780 kasus dalam sepekan.
Jumlah kasus tersebut untuk pertama kalinya melebih tingkat epidemi sejak 2010, lapor harian setempat Straits Times, Kamis (23/2).
Jumlah kasus penyakit Flu Singapura itu meningkat dengan cepat sejak sepekan terakhir di Singapura. Lonjakan drastis itu menambah jumlah kasus tersebut menjadi 3.457 pada tahun ini -- melebihi dua kali lipat pada periode yang sama pada tahun lalu ujar Kementerian Kesehatan Singapura.
Pusat perawatan anak Pat's Schoolhous terpaksa ditutup selama 10 hari sejak Rabu lalu karena lebih dari 16 anak terinfeksi penyakit itu.
Sementara itu lima pusat perawatan anak lainnya masuk dalam daftar pantauan. Lebih dari 13 persen dari jumlah siswa atau lebih dari 10 anak yang terinfeksi penyakit itu dalam jangka waktu 16 hari.
Hingga saat ini, 17 pusat perawatan anak dan taman kanak-kanan masuk dalam daftar pantauan dan enam lainnya ditutup selama 10 hari.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan mengatakan jumlah anak yang dirawat di rumah sakit hanya sedikit. Namun sayangnya, dia tidak menjelaskan berapa banyak. Dia juga mengatakan tidak ada kasus yang benar-benar besar di dua rumah sakit umum tempat anak-anak yang terinfeksi penyakit itu dirawat.
Flu Singapura yang terjadi pada tahun ini tidak seperti biasanya karena terjadi pada awal tahun. Biasanya flu tersebut menyerang anak-anak saat menjelang liburan sekolah antara Maret dan Mei dan antara Agustus dan Oktober.
Anak-anak yang terinfeksi virus tersebut mengalami luka di mulut, tangan dan kaki mereka. Mayoritas penyakit itu bisa sembuh dengan sendirinya namun kadang kala juga berbahaya.
Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan sejumlah rumah sakit dan klinik yang diawasi tidak menunjukkan kenaikan jumlah kasus itu terkait dengan peningkatan aktivitas virus EV71 yang merupakan penyebab penyakit tersebut.
Para dokter menyarankan orang tua untuk menularkan kebiasaan baik kepada anaknya seperti cuci tangan sebelum makan dan tidak berbagi makanan dan peralatan makanan. Anak-anak harus tetap di rumah jika mereka sakit agar tidak menularkannya kepada anak lainnya.
Di Tanah Air sendiri, wabah flu itu menyerang puluhan anak-anak di Depok, Jawa Barat. Meskipun demikian tidak terdapat korban jiwa yang ditimbulkan penyakit tersebut. (Ant/OL-3)
+ Back to Top