Ukuran Font : Perkecil | Perbesar
Home 21-05-2012

Jaringan Irigasi di Jabar Mendesak Diperbaiki

Rabu, 08 Februari 2012 22:44 WIB

BANDUNG--MICOM: Rusaknya saluran irigasi di berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat membuat hanya sekitar 50% dari 760 ribu hektare areal persawahan produktif yang bisa diairi.

Pemerintah Provinsi Jabar, serta kabupaten dan kota didesak mengalokasikan dana APBD untuk membangun, merenovasi dan merehabilitasi jaringan irigasi.

Desakan itu dilontarkan Ketua pelaksana harian Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat (Jabar) Entang Sastaatmadja, Rabu (8/2). "Sejak 2002 atau pascaotonomi daerah pemerintah daerah, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten dan kota sudah tidak lagi mengalokasikan dana untuk jaringan dan hanya mengandalkan bantuan pemerintah pusat yang besarannya sangat tidak mencukupi," ujar Entang.

Ia mengungkapkan jaringan irigasi yang tidak berfungsi atau yang terkategori rusak parah terdapat di Indramayu, Cirebon, Karawang dan Subang. Hal serupa juga terjadi di di wilayah priangahn timur seperti Tasikmalaya, Ciamis, dan Garut.

Entang mengungkapkan jaringan isigasi di Jabar yang tidak berfungsi sudah  di atas 40%. "Jika dibiarkan akan berdampak langsung terhadap produksi padi. Pasalnya jaringan irigasi yang rusak sebagian besar di daerah lumbung padi seperti Karawang, Subang, dan Indramayu," tuturnya. (EM/OL-04)





Powered by: + Back to Top

FEATURES:

Profil Perusahaan

Sejarah Singkat

© 2012 MediaIndonesia.com