Ukuran Font : Perkecil | Perbesar
Home 21-05-2012

Kronologis Haslinda Jadi Korban Malapraktik

Rabu, 08 Februari 2012 16:34 WIB

JAKARTA--MICOM: Awalnya, Haslinda hanya berobat mata biasa sekitar April 2006 ke Rumah Sakit Jakarta Eye Centre (JEC).

"awalnya saya bertemu dokter Darwan Purba, langganan saya dan memang paling bagus di JEC. Mata saya didiagnosa normal, saya lalu diberi resep kaca mata plus,” jelas Haslinda.

Setelah berobat, ia masih sering mengalami kelelahan mata. "Karena mau jadi notulensi di salah satu diklat kantor, akhirnya saya ke JEC lagi konsultasi dan minta resep. Kali ini yang menangani saya dokter Waldenius Girsang," ujarnya.

Dokter ini, menyatakan matanya meradang. Diberi resep obat, malah mata saya semakin gelap. Dokter Waldensius lalu menyatakan matanya masih bermasalah dan perlu dilaser 17 April 2006. "Dokter bilang retina saya copot, harus segera dilasik kalau tidak bisa buta selamanya."

Awalnya Haslinda tidak ingin dilasik, namun dokter Waldensius memaksa. Setelah operasi itu kedua matanya malah tidak bisa melihat apa-apa lagi. "Saya sempat berobat ke Singapura, dokter yang menangani saya dokter Chii Soon Phaik berpendapat bahwa saya mengalami malapraktik.” (OL-11)

Powered by: + Back to Top

FEATURES:

Profil Perusahaan

Sejarah Singkat

© 2012 MediaIndonesia.com