Ukuran Font : Perkecil | Perbesar
Home 21-05-2012

BNN masih Dalami Hubungan Pilot SS dan HA

Rabu, 08 Februari 2012 15:46 WIB

JAKARTA--MICOM: Badan Narkotika Nasional (BNN) masih mendalami hubungan antara dua pilot yang tertangkap karena mengonsumsi sabu-sabu Januari 2012 lalu.

BNN sedang menyelidiki apakah pengedar yang menjual sabu ke Hanum Adhyaksa (HA) dan Sjaiful Salam (SS) memiliki hubungan.

"Saat ini saudara SS masih didalami sejauh mana mereka mendapatkan sabunya, dari siapa mendapatkan sabunya, bagaimana cara pengirimannya, bagaimana hubungan antara SS dan HA," ujar Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Besar Sumirat, di kantor BNN, Rabu (8/2).

Menurut dia, keduanya pernah memakai sabu bersamaan. Namun, penyidik BNN belum mengetahui sejauh mana hubungan mereka.

Sebelumnya, Hanum tertangkap pada 10 Januari lalu di Makassar. Berdasar keterangan Hanum lah, Saiful tertangkap di kamar 2109 Hotel Garden Palace, Surabaya, Sabtu (4/2) dini hari.

Dia tertangkap 2,5 jam sebelum menerbangkan pesawat berpenumpang penuh dari Bandara Juanda Surabaya menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, BNN menandatangani kerja sama dengan Kementerian Perhubungan. Kerja sama ini mencakup pencegahan, rehabilitasi, dan penindakan di seluruh lini sarana transportasi, baik udara, darat, dan laut.

Salah satu contoh peraturan bersama yang ditandatangani pada 30 Januari 2012 itu, pemeriksaan urin dan menyeluruh per bulan untuk pilot, supir, masinis, dan kapten kapal laut.

"Tujuannya apa? Untuk mempersempit ruang gerak pecandu atau penyalahgunaan narkoba di lingkungan maskapai atau penerbangan. BNN dan Kemenhub juga akan melakukan random sampling di seluruh bandara di Indonesia, sehingga adanya memperpendek waktu satu bulan sekali dan pemeriksaan random sampling pemeriksaan urin bagi pilot dan awaknya, itu akan mempersempit kemungkinan penyalahgunaan atau menggunakan narkoba di saat-saat dia bekerja," tuturnya.

Sementara di darat, lanjut Sumirat, pemeriksaan urin untuk penggunaan narkoba hanya dilakukan saat hari raya Lebaran dan hari besar lain. Namun, kerja sama ini kemenhub akan melakukan random sampling sopir di seluruh terminal. (Bob/OL-9)

Powered by: + Back to Top

FEATURES:

Profil Perusahaan

Sejarah Singkat

© 2012 MediaIndonesia.com