| Home | 21-05-2012 |
JAKARTA--MICOM: Industri pengolahan makanan dan minuman (mamin) pada tahun 2011 mengalami pertumbuhan 9,19%. Jumlah ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan pertumbuhan tahun sebelumnya yang hanya sebesar 2,78%.
Akan tetapi, meski mengalami pertumbuhan signifikan, ke depan industri mamin akan menghadapi tantangan besar. Karena itu, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) hanya memprediksikan pertumbuhan sebesar 10% pada tahun 2012.
Ketua Umum Gapmmi, Adhi Lukman menuturkan pertumbuhan industri mamin pada tahun 2011 didorong oleh pertumbuhan industri pada semester terakhir sebesar 14,02%. Namun, di tahun 2012 industri mamin harus menghadapi banyak tantangan, antara lain tingginya harga pangan dan biaya yang semakin meningkat.
"Kita masih dihadapkan pada harga pangan yang tetap tinggi, meskipun ada kecendurungan menurun tapi di level tinggi. Juga biaya-biaya yang akan meningkat signifikan karena masalah energi," ujar Adhi ketika ditemui di Jakarta Food Security Summit 2011, Jakarta, Rabu (8/2).
Kebijakan energi yang masih simpang siur, ujar Adhi, menimbulkan ketidakpastian di kalangan pengusaha. Ia menghendaki adanya kepastian supaya bisa memperhitungkan aksi yang akan dilakukan.
"Melihat tantangan ke depan kita tetap prediksikan naik 10% untuk 2012 mudahan-mudahan bisa tercapai dengan harapan pemerintah lebih melihat kebijakan praktis dan kepastian kebijakan bisa diterapkan dengan baik, ini yang kita perlukan," ujar Adhi. (AI/OL-9)
+ Back to Top