| Home | 20-05-2012 |
JAKARTA--MICOM: Sebagai seorang penggerak di dunia pendidikan, Anies Baswedan seringkali gelisah melihat pemerintah memberikan nama untuk kementerian atau jabatan untuk kementerian yang menggambarkan terminologi negatif.
Direktur Indonesia Mengajar ini memberikan contoh terminologi negatif munculnya nama Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal. Menurutnya terminologi negatif ini akan berdampak pada mindset orang.
Rektor Univeristas Paramadina ini pernah membaca buku sejarah Sjafruddin Prawiranegara. Ternyata dia pernah menjabat sebagai Menteri Pemakmuran Rakyat. "Dari jabatan itu saja sudah menggambarkan mindset positif yaitu memakmurkan, kenapa kita lebih senang hal-hal negatif,'' kata Anies saat berpidato dalam acara Indonesia MDG's Award 2011 di Balai Kartini, Selasa (31/1).
Anies kemudian mencontohkan kata memerangi kemiskinan atau memerangi kebodohan. Menurutnya alangkah baiknya bila kata memerangi kemiskinan diganti dengan meraih kemakmuran. Demikian juga untuk memerangi kebodohan diganti jadi meraih kecerdasan.
''Kata-kata itu akan berpengaruh dalam pola pikir masyarakat. Jadi kalau mau maju, gantilah kata-kata yang berpengaruh negatif itu menjadi terminologi positif,'' imbau lelaki yang lahir di Kuningan, Jabar, 7 Mei 1969 ini. (OL-11)
+ Back to Top