Ukuran Font : Perkecil | Perbesar
Home 23-02-2012

Kenaikkan TDL belum Mendesak

28 Januari 2012 20:35 WIB
Foto : ANTARA/Bhakti Pundhowo/sa

JAKARTA--MICOM: Rencana pemerintah menaikan tarif dasar listrik (TDL) hingga 10% pada 1 April 2012 yang bersamaan dengan pelaksanaan kebijakan pembatasan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) tersebut dinilai akan menurunkan daya beli masyarakat.

Demikian diungkapkan Wakil Direktur Reform Miner Institute, Komaidi Notonegoro. Dikatakannya, kenaikan TDL memang penting melihat kenaikan harga energi primer seperti batu bara, gas, dan minyak bumi. Akan tetapi, kebijakan tersebut tidak begitu mendesak untuk dilakukan tahun ini.

"Kebijakan kenaikan harga TDL akan semakin menekan daya beli masyarakat. Karena pada saat yang bersamaan, pemerintah akan melaksanakan kebijakan pembatasan BBM bersubsidi," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (28/1).

Komaidi mengungkapkan, pelaksanaan kebijakan penaikan TDL dan pembatasan BBM bersubsidi akan menyebabkan lonjakan inflasi di atas 1%. Kenaikan harga TDL berkontribusi kenaikan inflasi sebesar 0,49%, dan pembatasan BBM bersubsidi sebabkan inflasi naik sebesar 0,51%.

"Ini merupakan opsi pemerintah. Jangan laksanakan kedua-duanya yakni menaikan harga TDL dan pembatasan BBM subsidi. Namun, kenaikan TDL relatif tidak begitu mendesak," terangnya.

Menurut Komaidi, pemerintah sebaiknya menjalankan opsi menaikan harga BBM ketimbang menaikan TDL. Sebab, beban TDL sebenarnya dapat diatasi dengan perbaikan manajemen penyediaan energi primer secara tepat.

"Selama ini kan masalahnya manajemen energi primernya buruk. Target gas dan batubara tidak sesuai target. Jelas ini yang harus diperbaiki, bukan menaikan harga TDL," katanya. (WR/OL-04)





Powered by: + Back to Top

FEATURES:

Profil Perusahaan

Sejarah Singkat

© 2012 MediaIndonesia.com