| Home | 23-02-2012 |
JAKARTA--MICOM: Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo mengatakan permasalahan pembangunan infrastruktur di Indonesia bukan pembiayaan. Karenanya solusi percepatan pembangunan infrastruktur bukan dengan membentuk bank infrastruktur.
Hal tersebut dinyatakan Gatot dalam pesan singkatnya pada Media Indonesia, Sabtu (28/1) "Selama ini perbankan, khususnya BUMN sudah aktif membiayai proyek infrastruktur. Yang sulit itu bukan pembiayaannya, tapi rencana proyek infrastruktur nasional yang perlu dibangun itu di mana saja, regulasinya menunjang atau tidak," tulis Gatot.
Menurutnya, peta kebutuhan infrastruktur di Indonesia sudah tergambar di Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI). Pemerintah sekarang tnggal memikirkan detilnya.
"Konsep kerja sama pemerintah swasta sudah bagus, tinggal membangun profesionalisme di sektor publik, integritas di sektor private, dan kesadaran masyarakat untuk membangun bangsa," kata Gatot.
Pemerintah dan Bank Indonesia menyatakan untuk kepentingan Pembangunan infrastruktur yang lebih cepat, perlu ada bank infrastruktur tersendiri. Bank tersebut diharapkan mempunyai dasar hukum berbeda karena akan menangani dana jangka panjang.
Pembentukan bank teersebut diperkirakan akan memerlukan anggaran sebesar Rp 170 triliun. Nantinya, bank tersebut diharapkan dapat membiayai pembangunan proyek infrastruktur hingga Rp1.700 triliun. (GA/OL-04)
+ Back to Top