| Home | 23-02-2012 |
JAKARTA--MICOM: Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan masih menyidik dugaan perkosaan yang dilaporkan seorang perempuan di Jakarta Selatan. Saat kepolisian masih mengkonfrontasi keterangan pelapor dengan pria yang diduga sebagai pelaku perkosaan.
Kepolisian juga menegaskan laporan yang dibuat korban bukan laporan palsu. "Keterangan yang menyebutkan bahwa itu laporan palsu tidak benar. Bukan laporan palsu tapi ada keterangan yang tidak benar (sesuai)," kata Kasatreskrim Polres Jakarta Selatan AKB Budi Irawan, Sabtu (28/1).
Lebih lanjut Budi mengatakan pihaknya fokus terhadap laporan utama korban kepada polisi. Kepolisian saat ini masih terus mencari bukti-bukti adanya tindak perkosaan terhadap pelapor. "Kita fokus sama laporan adanya perkosaan. Kita cari keterangan dan bukti-bukti yang kuat yang mengarah ke sana," jelas Budi.
Ia belum dapat memastikan berapa lama proses penyidikan berlangsung. Namun ia mengatakan proses penyidikan dapat dihentikan jika tidak sesuai dengan laporan yang telah dibuat pelapor sebelumnya. "Kalau memang tidak ada bukti-bukti ya bisa dihentikan," tandasnya.
Sebelumnya korban mengaku telah diperkosa ketika sedang menunggu angkot di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (20/1) malam. Dalam laporannya, korban mengaku ada lima pemuda yang menggodanya dan memukulnya di bagian kepala.
Kemudian ia terbangun di sekitar bantaran rel kereta menuju Stasiun Kebayoran Lama dengan resleting celana yang terbuka Sabtu (21/1) pukul 04.00 WIB. Atas laporannya itu kepolisian menangkap satu orang di Solo, Jawa Tengah yang diduga sebagai pelaku tunggal perkosaan. (NY/OL-04)
+ Back to Top