| Home | 17-05-2012 |
PUBLIK kian gusar melihat sepak terjang Komisi Pemberantasan Korupsi jilid III. Sejak didapuk memimpin KPK pada pertengahan Desember lalu, Abraham Samad dan kawan-kawan belum juga tancap gas.
Dua kasus menjadi barometer keberhasilan KPK yang baru, yakni skandal Bank Century dan gurita kasus Wisma Atlet. Namun, dalam dua kasus itu justru KPK belum mengirim sinyal kuat bahwa sesuatu segera terjadi.
Misalnya dalam kasus Century. Meski DPR menyebutkan sejumlah nama--di antaranya Wakil Presiden Boediono dan mantan Menkeu Sri Mulyani--bertanggung jawab dalam dana penyelamatan Rp6,7 triliun ke Bank Century, KPK belum juga beranjak. Alasannya belum cukup bukti meningkatkan kasus Century dari penyelidikan ke penyidikan.
Demikian pula kasus Wisma Atlet. Walau di pengadilan terdakwa dan saksi bernyanyi nyaring menyebut nama sejumlah kader Partai Demokrat diduga menerima aliran dana haram dari proyek Wisma Atlet dan Hambalang, KPK belum juga menyentuh nama-nama itu. Yang baru tersentuh ialah mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.
KPK malah masih saja menebar janji. Janji akan ada tersangka baru dalam kasus Wisma Atlet. Janji bahwa kasus Bank Century tinggal menghitung hari untuk ditingkatkan ke penyidikan. Janji bahwa KPK akan memproses siapa pun, tidak terkecuali ketua partai politik.
Janji-janji KPK awalnya memang merdu terdengar, tetapi kian hari semakin sumbang. Publik menjadi jenuh. Janji hanya diobral saat menjalani uji kelayakan untuk meyakinkan DPR agar terpilih. Yang ditunggu ialah tindakan konkret setelah mengumbar semua janji itu.
Kita perlu ingatkan Abraham dan kawan-kawan bahwa publik mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap Anda berlima. Jangan mencampakkan kepercayaan itu.
Tentu sah saja jika tim Abraham berambisi besar menyelamatkan uang negara ratusan triliun rupiah dalam masa jabatan empat tahun ke depan. Namun, kita ingatkan bahwa KPK hanya bisa meraih kepercayaan publik melalui kasus Century dan Wisma Atlet.
Jika kasus Century dan Wisma Atlet dibiarkan mengambang, Abraham dan kawan-kawan tetap dinilai gagal.
Kasus Century dan Wisma Atlet memang beraroma politis karena melibatkan orang-orang di pusaran kekuasaan. Karena itu, jika penanganan kedua kasus tersebut masih saja jalan di tempat, publik patut menduga ada intervensi kekuasaan kemudian KPK pun masuk angin.
Abraham dan keempat punggawa pemberantas korupsi sudah satu bulan menempati singgasana. Waktunya sudah tiba menghunuskan pedang hukum untuk membabat koruptor.
Publik menunggu bukti, bukan lagi janji.
+ Back to Top