Ukuran Font : Perkecil | Perbesar
Home 17-05-2012

Setop Rezim Pembohong

Selasa, 25 Januari 2011 20:05 WIB
Foto : ANTARA/Fanny Octavianus/pj

JAKARTA--MICOM: Aksi represif aparat kepolisian terhadap lebih dari 100 pengunjuk rasa di depan Istana Negara, Senin (24/1), membuktikan rezim SBY-Boediono telah resah dengan gerakan perlawanan terhadap kebohongan.

Ini semakin membuktikan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II memang berbohong kepada publik dengan menyodorkan fakta yang tidak sesuai realita.

Seluruh elemen pelajar, mahasiswa, dan pemuda diminta semakin merapatkan barisan untuk menyetop rezim pembohong dan segera mewujudkan tujuh cita-cita perubahan.

Hal ini disampaikan Ketua HMI-MPO M Chozin dalam keterangan persnya di sekretariat PMKRI di Jakarta, Selasa (25/1).

Ia didampingi sejumlah perwakilan yang ikut berdemonstrasi di depan Istana dan merasakan aksi represif aparat kepolisian. Tujuh perwakilan itu berasal dari LMND, PMII Jakarta Timur, IMM, HIKMAHBUDHI, Kamtri, PMKRI, dan SMI.

"Selama ini kami bebas mengeluarkan aspirasi dan tidak pernah mendapatkan tindakan represif. Ini mulai terasa rezim SBY bertindak represif melalui aparat kepolisian. Rezim ini resah dengan kata-kata anti kebohongan. Jika resah berarti memang rezim ini sudah berbohong kepada masyarakat," ujar Chozin. (Nav/OL-9)

Powered by: + Back to Top

FEATURES:

Profil Perusahaan

Sejarah Singkat

© 2012 MediaIndonesia.com