| Home | 17-05-2012 |
JAKARTA--MICOM: Banyak kalangan yang sudah mengakui kebobrokan hukum di negara ini. Praktik mafia hukum seakan sudah menjadi tren baru untuk dijadikan jalan pintas mendapatkan keadilan yang semu.
"Penegak hukum sekarang sudah menjadi tukang pukul bagi mereka yang memiliki uang dan kekuasaan. Tentu ini sangat subjektif dalam penanganannya," ucap anggota Komisi III DPR Nasir Jamil ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (27/1).
Menurut Nasir, sistem hukum di negara ini sudah sangat ironis dan membingungkan bagi masyarakat yang seakan tidak mengerti sistem hukum di negara ini. Tentu, sangat banyak rakyat yang sangat kecewa dalam mencari keadilan di Indonesia.
"Tentu ini sangat merugikan masyarakat yang sedang mencari keadilan. Apalagi, mereka yang tidak memiliki uang dan kekuasaan apapun seakan mereka ini tidak dianggap," sambung politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Lebih lanjut Nasir mencontohkan, kasus Gayus yang memiliki uang ratusan miliar dari wajib pajak. Tentu ini sudah memberikan potret besar sistem hukum di negara ini. Yang memiliki uang dan kekuasaan tidak akan tersentuh.
"Faktanya kasus Gayus sudah jelas melibatkan banyak pihak, terutama petinggi di dua lembaga hukum kepolisian dan kejaksaan. Namun sampai saat ini petinggi tersebut belum juga terjamah," lanjutnya. (OL-5)
+ Back to Top