Ukuran Font : Perkecil | Perbesar
Home 07-02-2012

Pidato Presiden belum Jadi Solusi

Kamis, 09 September 2010 06:36 WIB

JAKARTA--MI: Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo menilai pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu malam, belum menjadi solusi atas berbagai persoalan rakyat saat ini.

"Presiden hanya berusaha menjelaskan program-program yang telah dilakukan pemerintah terhadap delapan persoalan yang terjadi pada saat ini," katanya Rabu 98/9) malam.

Menurut Bambang, pemerintah sendiri belum menangani beberapa persoalan strategis yang terkait langsung dengan kepentingan masyarakat.

Ketika Kepala Negara menjelaskan penyebab naiknya harga kebutuhan pokok menjelang lebaran, misalnya, dia justru tidak menjelaskan bagaimana menurunkan harga tersebut, katanya.

"Bagi masyarakat, penjelasan Presiden tersebut tetap belum bisa menurunkan harga kebutuhan pokok menjelang lebaran ini," kata anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar ini.

Menurut dia, masyarakat berharap harga kebutuhan pokok turun menjelang perayaan Idul Fitri 1431 Hijriah yang jatuh pada hari Jumat ini.

Namun realitasnya, harga berbagai kebutuhan pokok cenderung naik, katanya.

Dalam pidato yang disampaikannya pada acara buka puasa bersama dengan para pemimpin media massa di Tanah Air itu, Presiden juga menyatakan tekadnya untuk memprioritaskan pemberantasan korupsi.

Namun Presiden juga tidak menjelaskan perihal pemberian grasi dan remisi kepada para narapidana, termasuk narapidana korupsi yang membuat banyak elemen masyarakat kecewa.

Bambang juga menilai, pidato Presiden pada Rabu malam itu kurang tepat dipandang dari segi waktu karena disampaikan pada saat jutaan warga masyarakat sedang mudik dan menjelang Idul Fitri.

Dalam pidatonya yang disiarkan langsung sejumlah stasiun TV itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menekankan perlunya solusi segera atas kemacetan Kota Jakarta.

Presiden mengatakan masa depan Jakarta harus dipikirkan oleh pemerintah sekarang meski hasilnya nanti baru dinikmati oleh pemerintahan dan generasi mendatang.

Ia mengatakan sudah memiliki tim kecil untuk memikirkan solusi kemacetan Jakarta dan opsi yang dimungkinkan. "Saya dengan tim sangat kecil bekerja pelan-pelan," katanya.

Presiden pun kembali mengungkapkan tiga opsi untuk mengatasi kemacetan Jakarta, yaitu pembenahan sistem transportasi di Jakarta, pemindahan ibukota, atau pemindahan pusat pemerintahan dari ibukota. (Ant/OL-3)

Powered by: + Back to Top

FEATURES:

Profil Perusahaan

Sejarah Singkat

© 2012 MediaIndonesia.com