| Home | 09-02-2012 |
BUOL--MI: Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Brigjen Amin Saleh membantah telah ada tersangka dalam kasus penyerangan Polsek Biau, Buol yang menewaskan tujuh orang. "Saat ini masih dalam tahap penyelidikan," kata Kapolda di Buol, Kamis (2/9).
Kapolda menegaskan saat ini sedang menyelidiki penyebab terjadinya kerusuhan tersebut. "Masih kami selidiki siapa yang terlibat kasus ini, baik secara internal maupun eksternal," ujarnya.
Namun, dia mengakui empat orang yang disebut telah menjadi tersangka oleh Kabid Humas Polda Sulteng, Komisaris Kahar Muzakir, saat ini tengah diperiksa. "Kami tidak akan menyembunyikan kasus ini. Kita akan buka seterang-terangnya," tutur dia.
Sebelumnya, empat polisi disebut Kahar sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Kepala Satuan Lantas (Kasat Lantas) Polres Buol Iptu Jefry Pantouw, Kapolsek Biau Iptu Muzakir Butudoka, Amirullah, dan James.
Kapolda menambahkan pihaknya masih melakukan upaya peredaman aksi massa. "Kami masih melakukan upaya peredaman massa," kata orang nomor satu di Polda Sulteng itu menegaskan.
Menurut dia, kalau emosi massa bisa teredam, pihaknya merasa luluasa untuk melakukan penyelidikan atas insiden baku hantam polisi dan warga setempat. "Bagaimana mau konsentrasi mengungkap kasus ini kalau kami terus berhadap-hadapan dengan massa," kata dia.
Dia mejelaskan penyelidikan awal itu adalah pengungkapan tewasnya tahanan kasus kecelakaan lalu lintas yang ditahan di Polsek Biau. "Kami akan selidiki, baik kasus meninggalnya tahanan maupun kasus kerusuhan yang terjadi," katanya.
Personel pengamanan untuk menangani kerusuhan Buol, kata dia, akan ditambah. Satu satuan setingkat kompi (SSK) Brigade Mobil (Brimob) Kelapa Dua sudah diberangkatkan untuk membantu pengamanan kerusuhan di Buol. "Kami mendapat tambahan satu SSK Brimob Kelapa Dua," ujar dia. (Ant/OL-04)
+ Back to Top