| Home | 09-02-2012 |
JAKARTA--MI: Kementerian Pertanian mengungkapkan selama Januari-Juli 2010 banjir mengkibatkan sawah seluas 66.909 hektare mengalami gagal panen atau puso.
Pelaksana Harian Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Tri Susetyo di Jakarta, Kamis (2/9) mengatakan, luas sawah yang puso tersebut dari areal pertanaman yang terkena banjir yang mencapai 189.766 hektare. "Luas areal persawahan yang terkena banjir maupun puso tahun ini lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2009," katanya.
Pada Januari-Juli 2009, lanjutnya, banjit telah merendam areal pertanaman padi seluas 174.653 hektare yang mana 55,876 hektare diantaranya puso. "Menurut dia, banjir terluas melanda areal persawahan di Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan Lampung," katanya.
Sementara itu luas sawah yang mengalami kekeringan selama Januari-Juli 2010, lanjut Tri, mencapai 92.903 hektare yang mana sekitar 20.244 hektare diantaranya puso. Seperti halnya banjir, dikatakannya, luas persawahan yang mengalami kekeringan tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang mencapai 83.956 hektare dengan puso 4.946 hektare. "Kekeringan terluas terjadi di provinsi NTB, Sulawesi Selatan dan Gorontalo," katanya.
Tri Susetyo menyatakan, meskipun areal persawahan padi yang terkena banjir dan kekeringan tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu namun kesemuanya lebih rendah dibadingkan rata-rata lima tahun terakhir. Selama lima tahun terakhir (2004-2008), menurut dia, luas persawahan yang terkena banjir mencapai 221.342 hektare dengan puso 72.937 hektare, sementara yang terkena kekeringan 217.893 ha serta puso 42.734 hektare. (Ant/OL-04)
+ Back to Top