Ukuran Font : Perkecil | Perbesar
Home 09-02-2012
Pelecehan Seksual Paskibra

KPAI Desak Gubernur DKI Minta Maaf kepada Korban

Kamis, 02 September 2010 20:59 WIB
Foto : Ketua KPAI Hadi Supeno---MI/Agung Wibowo/rj

JAKARTA--MI: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sangat menyesalkan dam mengecam tindakan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh senior organisasi Purna Paskibra Indonesia DKI Jakarta terhadap para anggota Paskibra 2010 DKI. KPAI, melalui ketuanya Hadi Supeno, mendesak pemerintah DKI yaitu Gubernur Fauzi Bowo dan instansi terkait untuk meminta maaf kepada korban dan orang tua korban.

"Gubernur DKI dan jajaran terkait, khususnya Syaefullah, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Disorda), harus meminta maaf secara terbuka kepada para korban dan orang tua korban serta berupaya memulihkan harkat dan martabat para korban, termasuk rehabilitasi psikis korban yang dipastikan mengalami trauma psikis," ujar Hadi dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (2/9).

Permintaan maaf tidak cukup. Diperlukan tindak lanjut jalur hukum untuk menyelesaikannya. Hal tersebut dikarenakan tindakan yang terjadi merupakan sebuah tindak kekerasan, pelecehan seksual, dan pelanggaran tindak pidana yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, penuh kekejian dan aniaya.

"Tidak cukup dengan minta maaf dan musyawarah, harus diambil langkah-langkah hukum. Waktu itu Disorda mengambil alih untuk menyelesaikannya secara hukum, tapi sudah lewat seminggu tidak dilakukan sama mereka (Disorda)," tegas Hadi.

Pihaknya pun mendesak Gubernur untuk memberi sanksi kepada Disorda dan Purna Paskibra Indonesia (PPI). Kedua pihak tersebut merupakan pihak pertama yang seharusnya bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Disorda dan PPI dinilai lalai dalam bertugas mengawasi selama masa pelatihan Paskibra 2010 di Cibubur, Jakarta Timur, dari 2-6 Juli 2010 yang lalu.

"Gubernur harus berani memberi sanksi tegas untuk Kepala Disorda dan PPI karena lalai mengawasi sampai terjadinya peristiwa tersebut. Hari ini kami sudah layangkan surat ke Gubernur untuk segera beri tindakan konkret kepada mereka (Disorda dan PPI)," paparnya. (*/OL-5)

Powered by: + Back to Top

FEATURES:

Profil Perusahaan

Sejarah Singkat

© 2012 MediaIndonesia.com