| Home | 09-02-2012 |
JAKARTA--MI: Dirjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi (SKDI) Departemen Komunikasi dan Informasi Freddy Tulung mengatakan, stasiun televisi belum maksimal dalam mendidik masyarakat, khususnya di bulan Ramadan.
"Dalam konteks pendidikan publik, tayangan TV di bulan Ramadan dimaknai belum maksimal dalam mendidik, mencerahkan, dan memberdayakan publik," katanya dalam acara temu wartawan di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta Pusat, Rabu (1/9).
Freddy mengatakan, hasil pantauan tayangan memperlihatkan, penonton masih disuguhi tayangan yang belum pas dengan nilai Ramadan.
Hal tersebut ditandai dengan adanya beberapa adegan kekerasan fisik seperti memukul, menendang, melempar. Selain itu juga ada beberapa adegan kekerasan fikis, kekerasan seksual, dan mistik.
"Pemantauan menemukan 1.252 adegan yang melanggar dari 11 stasiun TV yang menyajikan program spesial di bulan Ramadan," katanya.
Pelanggaran tersebut di antaranya 499 adegan kekerasan fisik, 487 adegan kekerasan psikis, 44 adegan mistik, dan 222 adegan mesum atau cabul.
Selain itu, Freddy juga mengungkapkan hasil pemantauan tayangan Ramadan selama empat tahun sejak 2007 hingga 2010.
Ia mengatakan, jumlah adegan yang melanggar meningkat cukup tinggi pada tahun 2010 dengan jumlah pada tahun 2007 sebanyak 340, tahun 2008 sebanyak 802, dan tahun 2009 sebanyak 425. (Ant/wt/OL-4)
+ Back to Top