| Home | 04-02-2012 |
JAKARTA--MI: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengklaim tidak tahu menahu mengenai detail pembangunan gedung baru DPR. Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU Budi Yuwono mengaku pihaknya tidak mengetahui detil desain yang berisi rencana dibangunnya spa dan kolam renang di dalam gedung tersebut.
"Kami hanya dipanggil oleh DPR untuk konsultasi hal-hal teknis terkait pembangunan gedung baru. Untuk desain, arsitektur, maupun detailnya kami tidak tahu menahu," ujarnya ketika dihubungi Selasa (7/9).
Desain dan detail rencana pembangunan yang mencakup fasilitas mewah itu, menurutnya, diserahkan kepada konsultan dari pihak swasta yang ditunjuk langsung oleh DPR. Sementara kementerian, ujar dia, hanya ditugaskan untuk memberikan konsultasi berupa standar-standar teknis penataan ruang gedung baru tersebut.
"Yang tahu kebutuhan detail itu hanya konsultan, itu di luar PU dan ditunjuk sendiri oleh DPR. PU hanya tangani kajian teknis terkait standar penataan ruang dan gedung, karena itu akan menjadi gedung negara. PU hanya jadi konsultan teknis dan pengelola teknis setelah bangunan selesai," tukasnya.
Terkait desain pembangunan itu sendiri, sambungnya, sudah pernah diskusikan lebih dulu dalam sebuah seminar yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Namun, Budi mengaku tidak tahu apakan desain gedung saat ini sudah menyerap usulan dari pertemuan tersebut. "Itu kami tidak tahu dan tidak ingin intervensi," tukas Budi.
Namun demikian, menurutnya, kementerian sudah menetapkan anggaran pembangunan gedung tersebut berdasarkan perhitungan standar tata ruang dan bangunan sebesar Rp1,16 triliun. "Itu hitungan standar PU, belum termasuk furniture," tandasnya. (CS/OL-3)
+ Back to Top