| Home | 04-02-2012 |
BENGKULU--MI: Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Burhanudin Andi mengatakan anggota yang tergabung dalam operasi "Ketupat Nala 2010" jangan hanya menjaga tugas rutin tapi waspadai ancaman teroris.
Sedangkan tugas pokok adalah seperti menjaga lalu lintas darat, laut dan udara juga menjaga distribusi BBM dan sembako untuk kebutuhan lebaran aman sampai tempat tujuan, kata Kapolda Burhanudin Andi, Sabtu (4/9).
Operasi ketupat Nala 2010 yang dibuka beberapa hari lalu itu, mengerahkan sekitar 1.500 personil Polri, TNI, Lanal dan satpol PP disebar pada sepuluh daerah tingkat II, terutama di perbatasan antar provinsi.
Operasi terpadu itu merupakan kegiatan bersama karena akan melibatkan juga anggota dari dinas lain dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan dan para pemudik.
Sesuai amanat Kapolri, operasi ketupat merupakan kegiatan amal, tidak ada penindakan tetapi hanya pelayanan pada masyarakat yang akan mengikuti perayaan lebaran, baik ketika arus mudik ataupun balik, ujarnya.
Dia mengharapkan kepada para anggota agar dalam menjalankan tugas harus tetap tegas dan harmonis, sehingga masyarakat akan merasa aman dan nyaman berlebaran.
Sebaliknya bagi para pemudik diimbau untuk tetap waspada selama dalam perjalanan, kecelakaan biasanya terjadi akibat kelalaian dalam menjalan kendaraan.
Tetap waspadai terhadap penyempitan jalan akibat pasar tumpah, sehingga membuat macet lalu lintas, karena pasar tumpah itu lokasinya sangat banyak disepanjang perjalanan musik lebaran.
"Seluruh pos keamanan akan dilengkapi dengan tempat peristirahatan, bagi pengguna jalan dapat dimanfaatkan untuk santai, bahkan jika mampir pada jam lima sore akan diberikan makanan untuk tajil," ujar Kapolda. (Ant/X-11)
+ Back to Top