Ukuran Font : Perkecil | Perbesar
Home 07-02-2012

Dirjen KKP Bantah Tuduhan Memeras Nelayan Malaysia

04 September 2010 10:53 WIB

JAKARTA--MI: Direktur Jendral Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Aji Sularso membantah ada usaha pemerasan yang dilakukan anak buahnya saat insiden penangkapan tujuh nelayan Malaysia di perairan Bintan 13 Agustus lalu.

"Yang terjadi sebenarnya adalah mereka (nelayan Malaysia) yang ingin menyogok anak buah saya dengan uang RM 7000. Tetapi anak buah saya menolak," kata Aji di Jakarta, Sabtu (4/9).

Dia mengatakan ketujuh nelayan Malaysia yang ditangkap atas tuduhan mencuri ikan di wilayah Indonesia itu meminta untuk dilepas tanpa proses hukum dengan imbalan uang untuk petugas Indonesia.

Menanggapi masalah GPS kapal patroli Indonesia yang sedang rusak saat petugas melakukan penangkapan tujuh nelayan Malaysia 13 Agustus lalu, Aji mengatakan pihaknya sudah menghitung perkiraan waktu keberangkatan dari pelabuhan hingga berhasil menangkap nelayan Malaysia.

"Kita masih berada di wilayah Indonesia saat itu. Tidak mungkin kapal petugas yang berjenis speed boat bisa berlayar jauh hingga wilayah Malaysia," ujarnya.

Aji menambahkan dirinya siap dikonfrontir dengan pihak manapun dalam masalah ini. "Saya siap dikonfrontasi. Yang jelas kami tidak pernah memelintir berita dan kami berkata jujur," tambahnya.

Sebelumnya, Polisi Air Malaysia dalam laporannya menyatakan ada usaha pemerasan yang dilakukan petugas Indonesia terhadap keluarga dari salah satu tujuh nelayan yang ditangkap. Dalam laporannya, Polisi Air Malaysia menulis terdapat pesan singkat dari nomor telepon yang dipercaya sebagai milik pegawai KKP Indonesia yang menginginkan tebusan RM3500 jika menginginkan tujuh nelayan Malaysia dibebaskan.

Laporan itu kemudian diteruskan ke Kantor Polisi Kota Tinggi, Malaysia, yang mengategorikan kasus ini sebagai usaha penculikan. (Ant/X-11)

Powered by: + Back to Top

FEATURES:

Profil Perusahaan

Sejarah Singkat

© 2012 MediaIndonesia.com