Ukuran Font : Perkecil | Perbesar
Home 07-02-2012

Tiga Opsi untuk Jakarta ala Presiden

Jumat, 03 September 2010 22:01 WIB

JAKARTA--MI: Jika rapat di Kantor Wakil Presiden memunculkan 17 cara mengatasi macet di Jakarta, kali ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meringkasnya dengan tiga opsi jitu terkait kondisi Jakarta sebagai ibu kota negara.

"Satu, benahi Jakarta dengan membangun segala prasarana dan sarana transportasi yang baru dipermukaan, di bawah permukaan, di atas permukaan," ujar Presiden Yudhoyono dalam sambutannya ketika berbuka puasa dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (3/9).

Semua problematik, lanjut Presiden, tapi kalau solusinya pertahankan Jakarta baik sebagai ibu kota sekaligus pusat pemerintahan, maka solusinya adalah mengatasi kemacetan Jakarta.

Opsi kedua, melakukan pemisahan antara ibu kota negara dan pusat pemerintahan. "Ketiga, sama sekali membangun ibu kota yang baru, the real capital, the real govement center. Seperti Canberra, Brasilia, Ankara dan tempat-tempat yang lain," ujar presiden.

Ketiga opsi itu, kata presiden miliki nilai tambah dan kurangnya, tapi harus diputuskan. Untuk opsi dua dan tiga diperlukan perencanaan dan design yang bagus dan memenuhi syarat-syarat sebagai pemerintahan yang baik.

"Opsi ini terbuka, ini masalah besar Pemerintah akan bekerja, berpikir dengan serius. Saya sudah berpikir diam-diam, meskipun tidak setiap saat berbicara dihadapan pers, karena ini fundamental itu diperlukan kesepakatan bersama baik itu pemerintah, parlemen dan semua kalangan masyarakat, mana yang kita pilih. Opsi satu, dua atau tiga," tukasnya. (Rin/OL-2)





Powered by: + Back to Top

FEATURES:

Profil Perusahaan

Sejarah Singkat

© 2012 MediaIndonesia.com