| Home | 04-02-2012 |
JAKARTA--MI: Penguatan rupiah terhadap dolar menyebabkan terjadi defisit perdagangan sebesar US$128,7 juta pada bulan Juli lalu.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (3/9) mengungkapkan, defisitnya neraca perdagangan tersebut karena kinerja neraca perdagangan dipengaruhi beberapa faktor salah satunya dengan penguatan rupiah. Menurut Mari, derasnya aliran modal masuk ke Indonesia menyebabkan rupiah terus menguat hingga menembus di bawah Rp9 ribu.
Namun di luar itu, Mari sangat optimistis bahwa meningkatnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing akan berdampak pada produksi dalam negeri yang akhirnya akan menambah kemampuan ekspor.
"Apresiasi rupiah akan menguntungkan produsen yang mengimpor bahan baku/penolong sehingga membuat proses produksi akan lebih murah dan pada gilirannya produk kita akan kembali kompetitif," tandasnya. (Jaz/OL-2)
+ Back to Top