Ukuran Font : Perkecil | Perbesar
Home 04-02-2012

Waspadai Tren Defisit Neraca Perdagangan RI

Jumat, 03 September 2010 20:56 WIB

JAKARTA--MI: Wakil Ketua Umum Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sandiaga Uno meminta agar pemerintah mewaspadai tren defisit pada neraca perdagangan Indonesia.

"Defisit perdagangan ini mungkin perlu diwaspadai apa karena konsumsi meningkat karena hari raya. Jika ini menjadi suatu tren, perlu diwaspadai," ujar Sandiaga di sela-sela acara rapat koordinasi bidang UKM Kadin Indonesia, Jakarta, Jumat (3/9).

Jika tren neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit, Sandiaga meminta agar pemerintah bersama pengusaha langsung memikirkan tindakan safeguard yang tepat untuk membendung produk konsumsi yang membanjiri pasar dalam negri. "Kita bisa pikirkan apa yang bisa dilakukan untuk safeguard produk konsumsi yang membanjiri," katanya.

Terkait dengan banyaknya barang modal yang masuk ke Indonesia, Sandiaga menilai hal tersebut bagus untuk ekspor Indonesia dalam waktu panjang. Namun ia melihat tingkat keterbatasan barang modal untuk bisa terus mendukung ekspor produk-produk dalam negri. "Kalau terlalu deras nanti akan ada overheating. Yang terpenting ke depannya barang modal harus meningkatkan sektor manufaktur," jelasnya.

Kurangnya hilirisasi industri dalam negri juga dianggap sebagai salah satu sebab neraca perdagangan Indonesia masih bisa mengalami defisit. Menurut Sandiaga, hilirisasi atau industri pengolahan dapat mendorong ekspor produk-produk dalam negri untuk tumbuh dan berkembang. "Pada akhirnya ini bisa memberikan nilai tambah," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Sandiaga, Indonesia perlu mendorong investasi masuk ke dalam industri pengolahan dalam negri. Ia menyayangkan kurangnya investasi yang masuk membuat Indonesia lebih sering mengekspor barang mentah dan mengimpor barang jadi.
"Jika begini, berarti nilai tambahnya ter-capture di luar negri. Berarti lapangan kerja di sini juga tidak bisa diciptakan," pungkas Sandiaga. (*/X-11)

Powered by: + Back to Top

FEATURES:

Profil Perusahaan

Sejarah Singkat

© 2012 MediaIndonesia.com