Ukuran Font : Perkecil | Perbesar
Home 07-02-2012

Irak Kembali Berdaulat

Rabu, 01 September 2010 14:00 WIB

BAGHDAD--MI: Irak merayakan kedaulatannya menyusul berakhirnya operasi tempur Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (AS) di negara itu, Selasa (31/8).

Berakhirnya operasi militer AS itu tidak serta merta diikuti dengan berhentinya aksi kekerasan dan kebuntuan politik di Irak. Namun Irak mengingatkan negara-negara lain agar tidak mencapuri urusan dalam negerinya di saat pasukan AS hengkang dari negara itu.

Jumlah pasukan AS di Irak dikurangi menjadi 50 ribu personil sebelum tanggal berakhirnya operasi tempur AS diumumkan 31 Agustus ini.

Keputusan Presiden AS mengurangi jumlah pasukannya itu merupakan bagian dari janjinya mengakhiri perang yang disulut pendahulunya, George W Bush.

Enam brigade pasukan AS yang masih ada akan mengubah fokus misinya dari bertempur menjadi ikut melatih polisi dan tentara Irak. Misi melatih itu menjadi bagian dari upaya AS mempersiapkan Irak mengambil alih tanggungjawab penuh keamanan saat dilakukan penarikan penuh pasukan AS akhir 2011.

"Hari ini (Selasa), Irak berdaulat dan independen," kata Perdana Menteri Nuri al-Maliki dalam pidato televisinya kepada rakyat Irak.

Dengan penarikan pasukan AS itu, hubungan bilateral Irak dengan AS pun memasuki era baru sebagai dua negara berdaulat, katanya. (Ant/wt/X-11)

Powered by: + Back to Top

FEATURES:

Profil Perusahaan

Sejarah Singkat

© 2012 MediaIndonesia.com