| Home | 03-09-2010 |
BOSTON--MI: Nama fisikawan Sally Ride menjadi tenar sejak ia menjadi wanita Amerika pertama yang bergabung dalam misi luar angkasa bersama tim Space Shuttle Challenger pada 1983.
Setelah meninggalkan NASA, kini Ride menjadi profesor ahli kimia di Universitas California San Diego sekaligus Ketua Sally Ride Science, perusahaan yang ia dedikasikan untuk membantu para guru dalam meningkatkan ketertarikan siswa terhadap ilmu pengetahuan. Dalam sebuah wawancara, terkait dengan sedikitnya jumlah wanita yang berkarier di bidang sains, Ride, 58, berkata bahwa itu karena semenjak kecil anak perempuan di Amerika terbiasa dengan stereotipe bahwa ilmuwan itu tidaklah keren.
"Apalagi jika mereka melihat gambar ilmuwan di internet. Mereka hanya akan menemukan foto pria-pria aneh yang mirip dengan Einstein," ucapnya.
Namun, jelasnya, semenjak 1970-an sudah mulai banyak wanita yang terjun ke bidang sains, khususnya bidang medis. Banyak wanita muda yang kini menempuh pendidikan di sekolah medis bahkan menjadi dokter. Sekarang pun pemahaman para wanita mengenai bidang sains telah berubah.
"Maka itu, adanya seorang anutan dalam profesi yang digeluti sangatlah penting," kata Ride. "Memang kini sudah banyak wanita yang keluar angkasa, tapi nama sayalah yang paling diingat. Karena itu, saya harus bertangggung jawab untuk memberi penjelasan kepada para remaja putri bahwa bidang ini memberikan kesempatan berkarier yang sangat luas bagi wanita," jelasnya. (Pri/AP/OL-04)
+ Back to Top