| Home | 03-09-2010 |
DHARAMSHALA--MI: Pimpinan spiritual Tibet Dalai Lama menyatakan masih terdapat kemungkinan, walau sangat kecil, bagi Tibet menyelesaikan masalahnya dengan pemerintah China. Ini diungkapkan Dalai Lama setelah bertahun-tahun berusaha memenangkan hak otonomi wilayah Tibet dari wilayah China.
"Meskipun saya telah dengan jelas menyampaikan aspirasi warga Tibet, kami tetap tidak mendapatkan hasil konkret. Dengan sikap pemerintah China saat ini, saya yakin masih ada sedikit harapan bahwa apa yang kami perjuangan dapat tercapai dalam waktu dekat," ujar biksu Budha berusia 74 tahun tersebut dalam peringatan 51 tahun gagalnya perjuangan warga Tibet menuntut kemerdekaan.
Sebagai bagian strategi perjuangannya, Dalai Lama juga menyerukan kepada seluruh warga Tibet untuk bekerja dalam pemerintahan China. Tujuannya untuk mereka memiliki kesempatan bertemu komunitas Tibet di dunia luar dan mampu menyampaikan aspirasi mereka ke dunia luas.
Utusan-utusan Dalai Lama juga tercatat telah mengadakan sejumlah pembicaraan dengan para pejabat China sejak tahun 2002. Namun kemajuan yang diberikan melalui pembicaraan itu sangatlah sedikit. Pemerintah China hingga saat ini masih saja menyalahkan Dalai Lama atas kerusuhan di Tibet tahun 2009 silam dan memberikannya status sebagai pencipta kekacauan.
"Untuk memahami situasi warga Tibet di pengasingan maupun aspirasi mereka, saya mengajak para pejabat Tibet mengunjungi masyarakat yang hidup di dunia yang bebas, baik secara resmi atau dalam kapasitas pribadi, untuk mengamati situasi untuk kepentingan diri mereka sendiri," ditawarkan Dalai Lama.
Tawaran itu disampaikan Dalai Lama untuk dibandingkan dengan gambaran suram kehidupan di Tibet, yang menurut Dalai Lama, banyak biarawan dan biarawati hidup bagai terpenjara yang sengaja diciptakan untuk membinasakan paham agama Budha. (Mar/CNA/OL-04)
+ Back to Top