| Home | 03-09-2010 |
JAKARTA--MI: PT Adhi Karya optmistis mendapatkan kinerja positif selama tahun 2010. BUMN karya itu menargetkan pendapatan sebesar Rp8,6 triliun dan laba bersih sebesar Rp140 miliar.
"Target itu naik masing-masing 15% dan 17% dibanding dengan target 2009," kata Direktur Utama PT Adhi Karya Bambang Triwibowo, di sela-sela Diskusi Ilmiah dan Talkshow Adhi Concrete Pavement System Perkerasan Jalan Beton Sistem Pracetak-Pratekan, di Jakarta, Selasa (9/3).
Peningkatan target pendapatan itu sejalan dengan pemasangan target kontrak baru sebesar Rp9 triliun. Jumlah tersebut ditambah dengan realisasi pengalihan kontrak tahun 2009 senilai Rp5,8 triliun. "Dengan adanya carry over kontrak itu maka target perolehan kontrak untuk tahun ini sebesar Rp14,8 triliun," jelasnya.
Kenaikan perolehan kontrak baru sebesar 36% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 6,6 triliun itu merupakan konstribusi dari adanya sejumlah proyek infrastruktur seperti jalan tol yang menurut rencana akan segera direalisasikan tahun 2010.
Secara porsi, pemerintah diprediksi akan tetap memberikan kontribusi proyek sebesar 67%, sedangkan sisanya swasta. Jenis proyek itu akan terbagi menjadi 49% infrastruktur, 43% gedung, dan 8% proyek EPC.
Untuk mendukung pencapaian target tahun 2010, Adhi Karya melakukan peningkatan efisiensi dan produktivitas melalui inovasi teknologi baru bernama Adhi Concrete Pavement System (ACPS). Nantinya, teknologi itu akan diaplikasikan pada pembangunan ruas tol yang menjadi bagian Trans Jawa. "Akan kita realisasikan seperti yang sudah dilakukan di Kanci-Pejagan," ucap dia.
Bentuk efisiensi yang dilakukan yaitu dengan menguatkan operasi anak perusahaannya yang bergerak di bidang jasa konstruksi domestik yaitu Adhicon Persada dan Adhi Multipower yang bergerak di bidang perdagangan dengan basis di Singapura.
Selain itu, Adhi Karya meluncurkan kebijakan 2010 di luar negeri untuk segera menyelesaikan proyek yang sedang berjalan di Oman dan India. Melalui anak perusahaannya Adhi Oman LLC, rencananya akan diselesaikan pembangunan proyek mix-use complex yang terdiri dari hotel, apartemen, dan pusat perbelanjaan Tital Complex at Al-Khuwair dengan nilai kontrak Rp969 miliar. Juga, proyek Shadden Al-Hail bernilai kontrak Rp340 miliar. (DP/OL-03)
+ Back to Top