Ukuran Font : Perkecil | Perbesar
Home 03-09-2010

Indonesia Tetap Jadi Pilihan Investor Inggris

Selasa, 09 Maret 2010 23:42 WIB

JAKARTA--MI: Indonesia tetap menjadi pilihan investor Inggris untuk berinvestasi di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup pesat, pertumbuhan pendapatan perkapita, dan peran sentral Indonesia di G-20 merupakan faktor penarik bagi kalangan pengusaha dan industri Inggris.

"Indonesia masih menjadi negara tujuan investasi bagi investor Inggris. Hal itu mengingat beberapa raksasa industri Inggris telah eksis di Indonesia. Beberapa investor terbesar Inggris sudah ada di Indonesia. Kami akan investasi lebih banyak lagi. Dengan demikian akan lebih banyak menciptakan lapangan kerja dan memacu pertumbuhan ekonomi," ujar Direktur Eksekutif Perdagangan dan Investasi (United Kingdom Trade and Investment), Sir Andrew Cahn, dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar, di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (9/3).

Menurut Sir Andrew, Inggris sebagai investor besar dan Indonesia sebagai eksportir besar merupakan perpaduan yang bagus untuk mendorong perdagangan dan investasi kedua negara.

"Perkembangan investasi dari Inggris ke Indonesia di sektor jasa keuangan menunjukkan tren yang meningkat. Beberapa bank besar asal Inggris, seperti Standard Chartered Bank, Barclays, dan HSBC, disebutnya telah ada di Indonesia dan akan terus secara kontinu meningkatkan performa," papar Andrew.

Total investasi Inggris di Indonesia diperkirakan melebihi 20 juta poundsterling. Selain sektor perbankan, investor Inggris seperti Jardines, BP, Rio Tinto, Premier Oil, Shell, Unilever, Prudential, dan Astra Zeneca juga telah berkembang di Indonesia.

Inggris merupakan negara investor yang memimpin di Indonesia dengan rencana investasi asing langsung mencapai US$ 119,9 juta pada Januari 2009. Sebaliknya, Sir Andrew mengharapkan Indonesia juga meningkatkan investasi di Inggris.

"Investasi Indonesia di Inggris sangat kecil, saya harapkan investor Indonesia akan lebih agresif. Tapi di sisi lain perdagangan terus meningkat," ujarnya.

Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar menjelaskan pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang dilakukan Menteri Perdagangan, Investasi, dan Usaha Kecil Inggris Lord Davies of Abersorch dan Menteri Perdagangan RI Mari Elka Pangestu, pada November 2009.

Saat itu kedua pejabat sepakat untuk memajukan kerjasama investasi Inggris di sektor infrastruktur, ritel dan lembaga keuangan. "Kami akan terus meningkatkan hubungan bilateral kedua negara, baik perdagangan maupun investasi. Karena kami yakin peluang dan potensi perdagangan serta investasi kedua negara masih terbuka lebar," kata Mahendra.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas regulasi impor di Indonesia, terutama pada produk farmasi, turbo jet, turbo propellers, dan turbin gas serta alkohol.

Nilai ekspor Indonesia ke Inggris pada 2009 mencapai 1,6 miliar poundsterling dan nilai ekspor Inggris ke Indonesia senilai 350 juta poundsterling.

Ekspor terbesar Inggris ke Indonesia adalah ampas kayu dan kertas bekas, kendaraan untuk jalan raya, dan mesin khusus. Sementara itu, impor terbesar Inggris dari Indonesia adalah pakaian, batu bara, sepatu, dan furnitur. (Jaz/OL-03)

Powered by: + Back to Top

FEATURES:

Profil Perusahaan

Sejarah Singkat

© 2010 MediaIndonesia.com