| Home | 17-05-2012 |
SEBELUM abad ke-19, Taman Nasional di California ini merupakan area pertambangan emas yang ditinggalkan. Lalu fungsinya berubah menjadi salah satu taman yang dapat diakses oleh para hiking trails dan pengendara sepeda gunung.
Taman Nasional Joshua Tree berada di antara dua dua ekosistem kering yang sangat kontras, yakni Gurun Mojave dan Colorado. Perbedaan keduanya terlihat pada tingkat elevasinya saja.
Menurut sejarahnya, penduduk Joshua Tree ada setelah zaman es terakhir berlangsung di sana dengan kedatangan orang-orang Pinto yang bekerja sebagai pemburu dan berkelompok. Mungkin ini telah menjadi bagian dari budaya awal Southwest.
Keindahan alam di taman nasional ini berupa hutan yuccas yang memiliki pohon-pohon Yosua bercabang raksasa. Selain itu, formasi batu besar, oasis kipas sawit, dan kebun musiman Cholla dan Ocotillo pun dapat Anda nikmati dalam tur.
Ada pun aktivitas yang bisa Anda lakukan. Mulai dari berkemah, bersepeda gunung, jalan-jalan ke area padang pasir yang kompleks, menyaksikan satwa liar yang khas dan mengenal sejarah manusia di Joshua Tree.
Waktu kunjungan ke Taman Nasional Joshua Tree yang paling nyaman adalah di saat musim semi dan musim gugur dengan rata-rata suhu 85 ° F (29 ° C) dan 50 ° F (10 ° C). Musim dingin di Joshua Tree berada di suhu sekitar 60 ° F (16 ° C).
Taman Nasional Joshua Tree berada di Kota Joshua Tree dan Twentynine Palms. Dari Los Angeles, Anda bisa mengambil jalur I-10 timur ke arah California 62 (Twentynine Palms Hwy) untuk menuju Twentynine Palms, sekitar 225 kilometer perjalanan.
Pintu selatan taman terletak di Cottonwood Spring, sekitar 25 mil (40 kilometer) timur Indio off I-10. (nationalgeographic.com/*/X-13)
+ Back to Top