| Home | 17-05-2012 |
PADA 12-13 Februari 2012 masyarakat Sasak, kelompok etnis dominan yang mendiami Pulau Lombok, NTB, akan menggelar upacara tradisional Bau Nyale, sebuah festival rutin di Lombok yang dirayakan 5 hari setelah bulan purnama atau hari ke-20 bulan ke-10 dalam kalender tradisional Sasak.
Kata "bau" dalam bahasa Lombok artinya menangkap, sedangkan "nyale" adalah sejenis cacing laut yang hanya muncul dipermukaan beberapa kali dalam setahun.
Bau Nyale merupakan upacara meriah dimana suku sasak beramai-ramai menangkap nyale di sepanjang pesisir pantai Lombok.
Bagi penduduk setempat, nyale merupakan mahluk suci yang membawa kesejahteraan sehingga mereka menghormati keberadaannya. Nyale juga dipercaya akan mendatangkan kemalangan bagi yang mengabaikan.
Konon, nyale diyakini sebagai reinkarnasi Putri Mandalika yang menenggelamkan diri ke laut karena berharap bisa menghentikan pertempuran para pria yang ingin memilikinya. Jasad sang putri tak pernah ditemukan, namun banyak cacing laut bermunculan setelahnya.
Selain suku Sasak lokal, festival melibatkan pemerintah setempat serta wisatawan dari berbagai negara. Tempat pelaksanaan upacara masih dalam pemilihan, antara Pantai Seger atau Pantai Aan.
Festival akan menampilkan aneka lomba tradisional seperti bekayaq, cikolaq, peresean, begambus, berbalas pantun dan lomba mendayung perahu. Ada pula pertunjukan kesenian seperti drama kolosal tentang Putri Mandalika, wayang kulit, penginang robek dan teater legenda Putri Nyale. (indonesia.travel/*/X-13)
+ Back to Top