| Home | 16-05-2012 |
KABAR gembira bagi para pecinta Mercedes-Benz G-Class, apalagi yang belum sempat memilikinya. Kabarnya G-class akan tetap diproduksi hingga tahun 2020. SUV tempur tersebut nantinya tidak diproduksi oleh Mercedes-Benz lagi, melainkan oleh Magna Steyr.
Mercedes-Benz telah mengumumkan untuk menghentikan produksi model G-Class dalam waktu dekat ini. Bahkan mereka sengaja meluncurkan dua edisi khusus sebagai penanda berakhirnya produksi Gelandwagen (G-Wagen).
Saat ini, sesuai dengan masalah ekonomi dan lingkungan, sebagian besar produsen mobil berfikir untuk menyingkirkan mobil-mobil besar dan boros yang dalam beberapa tahun ke depan tidak lagi memiliki pasar.
Hal inilah yang menjadi alasan mengapa produksi Hummer akhirnya berakhir dan G-Wagen adalah salah satu model yang selalu dibicarakan untuk dihentikan produksinya.
Namun bocoran dokumen dari kontraktor Austria Magna Steyr mengungkapkan rencananya untuk memperoduksi G-Class hingga tahun 2020. Bahkan kabarnya, AMG tengah menyiapkan model baru termasuk salah satunya yang dilengkapi dengan mesin V12.
Pada awalnya G-Wagen merupakan murni kendaraan militer. Ia lahir atas permintaan Shah Iran (Persia) Reza Pahlevi pada tahun 1970 yang kala itu adalah pemilik saham terbesar di Daimler.
Ia memesan 20.000 unit kendaraan tangguh ini untuk memodernisasi tentaranya namun tak sempat terlaksana karena Revolusi Iran yang membuat Pahlevi terpaksa meninggalkan negerinya dan mobil-mobil itu tak pernah dikirimkan. Kendaraan berjulukan 'Gelandewagen' itu kini dimiliki di 34 negara berbeda untuk keperluan militer.
Pada Tahun 80-an Kendaraan ini mulai diproduksi sebagai kendaraan sipil. Mobil ini memiliki daya tarik tersendiri. Beberapa keajaibannya membuatnya menjadi sangat brilian. Selain ia handal di lumpur dan medan berat, ia juga memiliki kemampuan cemerlang di medan perbukitan, secemerlang pesonanya saat ia berada di Beverly Hills berkat dukungan besar para selebriti.
Salah satu penggemar beratnya adalah Brad Pitt yang menyebut G-Class miliknya sebagai 'segalanya' berkat kemampuan dan tampilannya yang bisa diajak dalam kegiatan apapun. Sementara Richard Hammon dari majalah Top Gear menyebutnya sebagai 'mobil paling keren di dunia'.
Berkat sosoknya yang keren itu, wajar saja akhirnya kendaraan ini dianggap sebagai toy alias mainan bagi kalangan 'the have' dan kalangan pehobi. A Toy for the Big Boys, sebuah mainan untuk bocah-bocah gede. Dan kalau sudah menjadi 'mainan', tidak peduli seboros apa G-Wagen menghabiskan bahan bakar. (OL-07)
+ Back to Top