| Home | 16-05-2012 |
YAMAHA Indonesia kembali menggelar
Mio Suka Suka secara bersamaan di dua
kota, Semarang dan Makassar. Antusiasme
masyarakat terhadap ajang anyar
Yamaha tersebut membuat gaungnya
kian kental saat dilaksanakan di dua kota
besar itu.
Dalam ajang itu, pemilihan Lady Mio selalu
menjadi pusat perhatian terbesar yang
menarik antusisme
publik.
Gadis-gadis
muda
dan bergaya
dalam barisan
Lady Mio
membua t
Mio Suka
Suka punya
ciri khas berbeda. Mereka
seakan mewakili makna Mio yang berarti
'cantik'.
Di Makassar, acara dipusatkan di Anjungan
Pantai Losari pada Sabtu (12/11).
Dalam pemilihan Lady Mio Kota Anging
Mamiri tersebut, Anisa Putri Siregar terpilih sebagai pemenang. Gadis asal Makassar
berusia 21 tahun itu menyisihkan
sembilan fi nalis lainnya.
Sebelumnya, juga diadakan tur pada
Jumat (11/11) dan Sabtu (12/11) bersama
fi nalis Lady Mio dan klub motor
Yamaha. Uniknya lagi, Mio Suka Suka
di Makassar menghadirkan kolaborasi
musik yang melibatkan DJ, perkusi, dan
tari patah-patah atau breakdance. Kolaborasi
itu disambut meriah penonton yang
memadati Anjungan Pantai Losari.
Sementara itu, jika biasanya hanya 10
finalis Lady Mio yang ambil bagian dalam
kontes, di Semarang ada 14 orang.
Pembagiannya delapan dari Semarang
dan masing-masing tiga fi nalis dari Solo
dan Yogyakarta. Yang berasal dari Solo
dan Yogyakarta sudah disaring terlebih
dahulu dan didapatkan masing-masing
tiga terbaik.
"Enam fi nalis dari Solo dan Yogyakarta
punya kelebihan bagus jadi kami
satukan dalam pemilihan Lady Mio
di Semarang. Daya tarik mereka turut
memengaruhi antusiasme masyarakat.
Selain itu, aktivitas lainnya di Mio
Suka Suka juga mendapatkan perhatian
khusus," papar Roni Winardi, bagian
promosi Yamaha DDS 3.
Akhirnya Maharani Asmara Dewi
terpilih sebagai pemenang Lady Mio
Semarang menyisihkan finalis lainnya.
Acara puncak Mio Suka Suka di
Semarang berlangsung di Mal Ciputra.
Girls band Cherry Belle turut menghibur
pengunjung.
Tagline Mio Suka Suka tampil segar dengan
mengedepankan jiwa dan kreativitas
kalangan muda. Itu tidak berpatokan
pada umur. Kalangan muda di sini juga
termasuk mereka yang berjiwa muda
dan energik.
Citra muda dan segar itu sangat sesuai
dengan Mio yang dari awal kemunculannya
hingga kini terus disegani berbagai
kalangan.
Tur bersama
Pada Minggu (20/11), sebanyak 20
motor ikut dalam rombongan tur pendek
berlabel Sunday Riding Bersama Yamaha.
Pesertanya terdiri dari Yamaha
Riders Club (Byonic, Xeoner, Jupiter
Club, Vega Club, dan Mio Club), jurnalis,
bloger dan petinggi Yamaha Indonesia.
Hadir dalam kegiatan itu unsur manajemen
Yamaha Indonesia, antara lain GM
Marketing & Promotion PT Yamaha Motor
Kencana Indonesia Eko Prabowo dan
PR Corporate & Communication Head
YMKI Indra Dwi Sunda.
Eko berharap, acara seperti itu bisa
menjadi ajang silaturahim bagi semua
pecinta motor Yamaha. "Melalui kegiatan
ini kita bisa bertukar pikiran,
saling memberi masukan, dan tentu
saja mempererat tali silaturahim kita,"
cetusnya.
Yang unik, dalam tur ini peserta tidak
diwajibkan mengendarai motor Yamaha.
Peserta justru bebas membawa motor
yang sehari-hari digunakan. Tampak
ada peserta yang membawa Honda Beat,
bahkan Kawasaki Ninja 250.
Walaupun anggota kelompok tur
terbilang sedikit, perjalanan dari Jakarta
menuju kawasan Puncak, Bogor,
Jawa Barat, ditempuh tetap dalam kondisi
berkendara secara tertib dan teratur.
(Tsr/S-2)
+ Back to Top