Aktivitas Ekonomi Mulai Menggeliat



Views : 4387 - 06 October 2018, 05:05 WIB

SEPEKAN seusai tragedi gempa dan tsunami yang melanda Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9), geliat aktivitas warga di kawasan itu mulai terlihat.

Suasana duka, lengang, dan sepi yang mengiringi nestapa akibat guncangan berkekuatan 7,4 pada skala Richter itu sedikit demi sedikit mulai mereda.

Dukacita memang belum sepenuhnya berlalu. Apalagi ribuan korban diketahui masih terkubur, lebih dari 1.400 jiwa dipastikan meninggal, dan puluhan ribu lainnya masih tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Akan tetapi, bersama dengan datangnya bantuan, relawan, dan petugas pemulihan pascabencana yang terus melakukan pertolongan, suasana kelabu itu perlahan tapi pasti secara berangsur mulai berkurang.

Warga mulai berupaya bangkit dari keterpurukan. Aktivitas ekonomi warga di wilayah terdampak bencana, misalnya, mulai terlihat. Di sejumlah pasar tradisional, aktivitas jual-beli berbagai bahan kebutuhan dilaporkan mulai terjadi.

Di pasar tradisional Masomba, Pasar Inpres, dan Pasar Sentral di Kota Palu, aktivitas jual-beli mulai dilakukan warga, baik penjual maupun pembeli. Meskipun jumlah pasokan masih terbatas dan membuat harga-harga sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan hari-hari sebelum bencana, berbagai barang kebutuhan warga khususnya sembako sudah mulai tersedia di pasar-pasar.

Geliat ekonomi di kawasan terdampak bencana itu, betapa pun kecilnya, ialah kabar baik. Artinya, proses pemulihan dari tragedi terlihat sedang berjalan.

Perkembangan positif itu tidak boleh dibiarkan berlangsung sekadarnya dan apa adanya. Harus ada upaya dari seluruh otoritas terkait baik di pusat maupun daerah untuk menguatkan geliat aktivitas ekonomi itu menjadi gerakan yang lebih besar guna meningkatkan intensitas upaya pemulihan di kawasan terdampak bencana.

Kita mencatat perintah Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet terbatas yang membahas penanganan dampak gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala, beberapa waktu lalu. Dalam rapat tersebut Presiden meminta agar upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa harus dipercepat. Presiden pun meminta roda perekonomian di daerah terdampak bencana di Sulawesi Tengah segera dipulihkan.

Karena itu, geliat aktivitas ekonomi di pasar-pasar Palu yang sudah terlihat beberapa hari terakhir ini harus menjadi momentum untuk mendorong terjadinya perputaran ekonomi yang lebih besar lagi.

Setelah pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi turun tangan, pemerintah daerah khususnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Pemkot Palu, Pemkab Sigi, dan Pemkab Donggala harus terlibat lebih aktif dalam membantu meningkatkan upaya pemulihan di wilayah masing-masing yang terkena dampak bencana.

Tanpa mengurangi empati dan simpati atas dukacita yang masih dialami warga dan masyarakat secara keseluruhan, para pemimpin di daerah terdampak harus menjadi ujung tombak proses pemulihan tersebut. Sinergi dan koordinasi yang terarah, terkelola, dan terpadu antara pemerintah pusat dan daerah terdampak bencana menjadi kata kunci dari upaya itu.

Dengan semangat yang sama, kita percaya upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berlangsung lebih cepat dan lebih baik.

BACA JUGA
BERITA LAINNYA